AKBP Jemi Junaidi, SIK : Aksi unjuk rasa di Langgikima Aman dan Kondusif

Hukum777 views

Kabarone.com, Konawe Utara – Aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan warga kecamatan Langgikima Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, Senin (10/4) dikawal ketat sedikitnya 50 personil Polres Konawe Polda Sultra.
Aksi ratusan warga ini terkait adanya ketidakadilan dalam hal berbagi hasil oleh pemilik lahan kelapa sawit dianggap suatu pembodohan yang dilakukan oleh pihak PT. Damai Jaya Lestari (DJL).

Dimana selama ini warga pemilik lahan memahami bahwa bagi hasil dengan pihak PT. DJL adalah 40% banding 60% akan tetapi selama ini mereka menganggap pihak perusahaan dianggap telah melakukan pembodohan kepada masyarakat, sehingga bagi hasil ini dianggap tak seperti dengan apa yang telah di sepakati pemilik lahan kelapa sawit dengan pihak PT. DJL melalui MoU yang sudah di notariskan. Hal lain yang dituntut warga pemilik lahan kelapa sawit adalah menuntut agar pihak PT. DJL transparansi dalam perhitungan hasil panen agar yang menjadi hak warga tersalurkan dengan baik.

Kegiatan Rapat Dengar Pendapat (RDP) ini dihadiri oleh Bupati Konawe Utara DR.H. Ruksamin dan wakilnya Raup, S. Ag serta Nasution Kadis Pertanian Konawe Utara serta pihak PT. DJL dan perwakilan warga pemilik lahan sawit di kecamatan Langgikima.

Menanggapi hal ini awak media ini melakukan wawancara dengan Kapolres Konawe terkait pengamanan dan tindakan yang dilakukan pihaknya.

Kapolres Konawe AKBP Jemi Junaidi, SIK saat di wawancara sesaat setelah menghadiri rapat dengar pendapat antara pihak PT. DJL dengan perwakilan Warga pemilik lahan dihadapan Pemerintah Konawe Utara dalam hal ini Bupati dan wakil Bupati serta Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Konawe Utara di aula Oheo Pemkab Konawe Utara mengatakan, pihaknya akan mengawal dengan baik para pengunjuk rasa ini agar tak terjadi hal-hal yang tak diinginkan sehingga kondisi keamanan bisa tetap aman dan kondusif.

“Kegiatan yang kami adalah berupaya untuk memiadiasi kedua belah pihak baik pihak pemilik lahan maupun pihak perusahaan (PT. DJL), yang kami inginkan adalah di daerah Langgikima ini tetap aman dan kondusif, kata Kapolres Konawe AKBP Jemi Junaidi, SIK.

Lanjut Jemi Junaidi, adapun bentuk keprihatinan pemilik lahan mengenai ketidakadilan masalah pembagian hasil adalah adanya mis komunikasi, jelasnya.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa ada informasi bahwa mereka mendapat hanya dua puluh satu ribu rupiah sampai tiga puluh ribu rupiah namun ternyata penjelasan dari pihak PT. Damai Jaya Lestari (DJL) sesuai tanda bukti yang diperlihatkan ternyata mereka mendapat minimal seratus enam puluh satu ribu rupiah, terangnya.Tetapi saya melihat langsung catatan itu ada yang dua ratus dua ribu rupiah ada yang empat ratus lima ribu rupiah perhektar pertiga bulan, tetapi kenyataan tadi yang disampaikan masyarakat hanya dua puluh satu ribu rupiah perbulan, ini ada yang tidak mes, tegas Kepala Kepolisian Resort Konawe.

Ia mengakui jika dalam hal ini pihaknya menduga adanya permainan dari oknum, dikatakannya pihaknya akan menelusuri kasus ini, apakah oknum yang bermain dalam hal bagi hasil ini ada keterlibatan dari pihak perusahaan ataukah dari pihak pemerintah desa, kepala desa dia mengatakan pihaknya sudah melakukan rapat dengan para Kasat yakni Kasat Reskrim dan Kasat Intel serta Wakil Kapolres untuk segera menelusuri dan mengungkap permasalahan ini.

Tadi kami sudah lakukan rapat dengan Pak Waka, Kasat Reskrim dan Intel untuk segera menelusuri hal ini, jelasnya.
Selain itu terkait ancaman dari pihak pemilik lahan akan melakukan pemblokiran jalan jika tuntutan mereka tak di terima Jemi Junaidi mengatakan, jika mereka memaksakan kemauannya harus lima ratus ribu perhektar perbulan maka hal ini tentunya akan dilakukan pemanggilan untuk dipertemukan dan ini tak logis karena sebelumnya sudah ada MoU antara masyarakat dengan pihak perusahaan, bebernya. Pihak Polres Konawe dalam hal ini tetap netral dan siap mengamankan semua aksi ini agar tercipta situasi yang aman dan kondusif di wilayah kecamatan Langgikima, pungkas Kapolres Konawe. Perlu diketahui bahwa aksi warga di lokasi perkebunan kelapa sawit di kecamatan Langgikima ini berlangsung sampai adanya keputusan yang diaepakati nantinya.
(Andi Jumawi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *