by

HRD PT Thiess Senakin Dinilai Tidak Profesional, Calon Karyawan Lapor Disnakertrans Kotabaru

-Daerah, Regional-1,568 views

Kabarone.com, Kotabaru- Akibat tidak profesionalnya manajemen HRD PT. Thiess Senakin terhadap calon Karyawan pribumi berbuntut panjang, pasalnya Rian Hidayat salah seorang calon Karyawan yang di gugurkan setelah mengikuti induction mengadukan nasibnya ke Disnakertrans Kotabaru, Kamis (3/5).

Setibanya di kantor Disnakertrans Kotabaru, Rian Hidayat langsung di temui oleh Kabid penempatan H. Siswanto.P.H di ruang kerja, kepada H. Siswanto Rian Hidayat menceritakan, bahwa dari pihak perusahaan sampai saat ini belum ada kejelasan dan tidak bisa memberikan satu gambaran bahwa tidak lulusnya seperti apa, sedangkan kemaren ketika saya mengikuti tes teori dan di nyatakan lulus, setelah itu mengikuti MCU dan mengikuti tes praktek lapangan juga di nyatakan lulus semua, semua kelengkapan di persiapkan sesuai apa yang di minta oleh pihak HRD, seperti memperpanjang SIM B 2 Umum dan lainya, artinya sudah nyata saya lulus karena sudah mengikuti semua tahapanya, keluhnya.

Pokoknya semua yang di minta oleh HRD saya penuhi, tapi ternyata setelah saya selesai mengikuti induction, sedang induction kemaren itu bukan saya saja yang mengikuti, tapi banyak orang, sekitar 26 orang yang siap di kerjakan dan sekaligus untuk pengambilan APD (Alat Pelindung Diri) dan siap untuk agreement tapi tiba-tiba security datang membawakan surat yang menyatakan bahwa saya tidak lulus, padahal dari 26 orang yang mengikuti induction itu cuman saya yang digugurkan.

Tambah Rian, Mungkin menurut pengamatan saya ada segelintir orang yang merasa tersaingi atau apa, sehingga saya di gugurkan secara tidak profesional oleh HRD, karena dari banyaknya teman- teman yang bekerja di PT. Thiess Senakin tidak pernah terjadi kasus seperti ini, di tengah- tengah penyeleksian akhir peserta di gugurkan apa lagi saya ini orang setempat (orang pribumi), kalau mau menggugurkan saya sebagai peserta itu di tahap penyeleksian awal ketika seleksi berkas tidak masalah, tapi saya di penyeleksian akhir di gugurkan dan ini menurut saya tidak adil buat saya, keluhnya lagi kepada Disnakertrans.

Kabid penempatan Disnakertrans Kotabaru H. Siswanto.P.H. mengatakan, masalah ini sudah di tindak lanjuti ke pihak perusahaan dan senin ini akan di tindak lanjuti lagi untuk meminta ke jelasan dan konfermasi masalah calon karyawan yang di gugurkan setelah mengikuti induction, pihak kami Disnakertrans akan mengawal ini sampai selesai jangan sampai di kemudian hari akan timbul gejulak yang tidak di inginkan dan kami ingin permasalahan ini ada dialog antara pihak calon pekerja dan pihak HRD PT. Thiess Senakin, dan itu upaya- upaya yang bisa di lakukan pihak Disnakertrans, ini sebenarnya kasus langka yang terjadi di Kotabaru dan semestinya hal ini tidak boleh terjadi karena si calon pekerja sudah di seliksi dari tahapan awal dan stip- stipnya sudah di lewati sampai dengan MCU dan proses administrasi segala macam dan sampai proses induction, biasanya kalau sudah mengikuti proses induction itu sudah siap kerja, cuman mungkin ada hal-hal lain yang di nilai dari pihak perusahaan dan pihak Disnakertrans tidak mengetahuinya, paparnya.

Biasanya kalau sudah sampai tahap induction dan tahap itu sudah clear dan final biasanya tidak ada permasalahan lagi dan itu pengalaman Disnakertrans selama ini dalam mengawal dari beberapa seliksi yang di ikuti di tiap perusahaan, makanya ini kasuistis atau kasus langka yang belum pernah di temui oleh Disnakertrans Kotabaru.

Disnakertrans akan melakukan pembinaan dalam artian kalau ada statemen dari pihak salah satu HRD yang menyatakan bahwa siap untuk mengganti rugi kerugian segala macam ya kita akan sampaikan ke pihak perusahaan, untuk menyampaikan bagai mana penyelesaianya.

Cuman intinya si calon karyawan inikan ingin bekerja ya bagai mana nanti solusinya agar ini bisa di mediasi dengan pihak perusahaan dan Disnakertrans dalam artian tidak dalam posisi untuk bisa memutuskan, itu semua kewenangan dan keputusan perusahaan, Disnakertrans hanya bisa mengawal saja apakah di terima atau tidak itu semua kewenangan perusahaan. Tapi tetap Disnakertrans ingin tau bagaimana keputusan dari perusahaan sesuai dengan apa yang di sampai oleh Kanine ketika di konfermasi oleh Kasi Penempatan kemaren yang mengatakan belum bisa memberikan keputusan, masih menunggu konfermasi dari Pusat, ujar Siswanto menirukan.

Lanjut Siswanto, adapun nantinya hasilnya seperti apa itu yang akan kita tunggu, paling tidak dari sisi Disnakertrans ingin memperjuangkan hak dan keinginan si pencari kerja.

Memang pada dasarnya calon pencari kerja yang ingin mengikuti seliksi dalam mencari kerja tidak di batasi, artinya pencari kerja itu di beri kebebasan, silahkan saja dan tidak melihat bigronya apa, latar belakangnya apa atau segala macam tidak, yang penting punya ke inginan, punya skil atau ke ahlian dan memenuhi semua persyaratan yang ada, dan kasus yang terjadi saat ini, si pencari kerja sudah memenuhi semua itu dan dari awal tidak ada pembatasan dan hanya di finalnya saja mungkin ada sesuatu yang tidak di pahami pihak kami Disnakertrans dan apa yang terjadi di pihak HRD sehingga si calon pekerja ini di putuskan tidak lulus setelah mengikuti tahapan sampai dengan tahapan terakhir, dan itu yang jadi pertanyaan sampai saat ini bagi Disnakertrans Kotabaru dan itu hanya pihak perusahaan yang tahu, ungkapnya.(Hrp)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *