Festival Sego Boranan di Acara Puncak Peringatan HJL Kabupaten Lamongan Ke- 449

Daerah, Regional1,057 views

Kabarone.com, LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan menggelar Festival Sego Boranan di puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-449. Kegiatan bertempat di Jl. Ahmad Yani (depan pendopo Lokatantra).Acara tersebut diramaikan dengan grup musik La Nur, Tari Sufi dan tari boranan, pada Sabtu (26/5/2018).

Acara Festival Sego Boranan yang dipusatkan di sekitar Alun-alun Lamongan Jawa Timur ini, dihadirkan 150 pedagang. Sehingga jika masing-masing pedagang menyiapkan 100 pincuk sajian, maka diakomulasikan ada 15 ribu sajian Sego Boranan yang bisa dinikmati untuk berbuka puasa.
Desain festival sego boranan itu ditata sedemikian rupa, sehingga menarik minat wisatawan untuk datang ke Lamongan. Sementara penjual Sego Boranan yang dihadirkan dalam festival ini.

Bupati Lamongan, Fadeli dalam pembukaan festival Sego Boranan Tersebut mengatakan, “Sego Boranan adalah kuliner khas, yang hanya ada di Lamongan, dan telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sosial kultur masyarakat Lamongan. Maka sebelumnya saya meminta agar festivalnya benar-benar ditata, dan makanan khas ini harus di patenkan sebagai salah satu aset makanan khas daerah Lamongan. Pengaruh media saat ini sangat luar biasa, maka Gambar promo untuk Sego Boran pun harus di bikin se apik mungkin untuk menarik Pengunjung dari luar kota atau luar negeri dan bagi yang penasaran agar datang langsung ke Lamongan,” ujar Bupati Fadeli.

Karena itu dia meminta agar Festival Sego Boranan didesain seapik mungkin. Jangan sampai membuat kecewa masyarakat yang hadir, apalagi yang sudah jauh-jauh mudik ke Lamongan.

Ditambahkannya, “makanan khas lain Lamongan adalah Soto Lamongan yang banyak dijual warga perantauan di berbagai daerah, sehingga sudah dikenal luas sebagi kuliner khas Lamongan, sampai di jadikan icone salah satu produk mie instan ternama di indonesia.

Oleh karena itu lain halnya dengan Sego Boranan yang memiliki keunikan. Dinamakan Sego Boranan, karena nasinya diletakkan dalam wadah bambu yang disebut boran. karena hanya dibuat oleh warga di Dusun Kaotan Dusun Sumberejo, Kecamatan Lamongan. Selama berpuluh-puluh tahun, kuliner ini juga hanya dijual di Kota Lamongan saja.

Memang sudah ada beberapa penjual yang mulai menjajakannya keluar Kota Lamongan, akan tetapi masih sebatas di kecamatan tetangga, Sehingga Sego Boranan tidak se- terkenal Soto Lamongan yang sudah ada di setiap pulau yang ada di Indonesia.

Sego boranan Khas Kuliner Lamongan ini identik dihidangkan dalam pincuk daun pisang, dengan beragam lauk pilihan. Mulai ikan gabus, bandeng, ayam, hingga yang paling khas ikan sili asap. Nasi dan lauk ini kemudian dilumuri dengan sambel boran yang terkenal pedas, didampingi toping sayur kerawu, empok dan rempeyek,” tambah bupati Lamongan Fadeli (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *