Menjaga Kelestarian Hutan, Mahasiswa Unwaha Jombang Tanam Seribu Pohon

Daerah, Regional1,570 views

Kabarone.com Jombang – Mahasiswa Universitas KH Abdul Wahab Hasbullah (Unwaha) mengadakan gerakan menanam 1000 pohon di Desa Jenisgelaran, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Penanaman bibit pohon gratis ini dilakukan bersama perangkat desa dan karang taruna desa setempat.

Ketua Panitia Pelaksana Zainal Fanani menjelaskan pihaknya mendapat bibit pohon secara gratis setelah kerjasama dengan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Brantas Sampean. Kerja sama diawali dengan pengajuan proposal oleh mahasiswa dan ditindaklanjuti oleh BPDAS.

Wilayah Kerja BPDASHL Brantas Sampean meliputi 28 kabupaten dan kota di Jawa Timur. Seperti Malang, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, Sidoarjo, Kota Batu, Kota Malang, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Mojokerto, Kota Surabaya, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep dan Pasuruan.

“Penanaman pohon ini sebagai upaya nyata dari mahasiswa dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Bersama karang taruna dan perangkat desa acara menanam 1000 pohon ini sukses. Kita tahu bahwa pohon sangat penting bagi kehidupan manusia untuk menjaga pasokan air, mencegah longsor, pemanasan global dan menjaga ekosistem kehidupan binatang,” jelasnya, Sabtu (4/8)

Zainal menambahkan bibit pohon ini ditanam di sekitar lokasi air terjun Grenjengan. Pemilihan lokasi ini bertujuan menjaga ekosistem di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS). Air terjun Grenjengan merupakan wisata di Kabupaten Jombang yang belum mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Ia berharap gerakan menanam pohon ini menggugah hati Bupati Jombang untuk merawat wisata di kota santri.

Jenis pohon yang ditanam meliputi bibit sengon, bibit sawo dan trembesi. Pemilihan jenis pohon ini karena sangat bermanfaat bagi warga sekitar. Sawo untuk jangka pendek akan berbuah dan bisa dinikmati hasilnya lebih cepat. Sementara sengon punya harga jual tinggi dan tidak rewel perawatannya. Sedangkan trembesi punya kualitas kayu yang bagus dan bisa digunakan warga untuk membuat lemari, jendela, pintu maupun sofa.

“Tadi kita menanam pohon di sekitar air terjun. Air terjunnya bagus tapi kalau musim kemarau debit airnya sangat kecil. Ini berbahaya buat kedepannya, bisa-bisa sungainya kering dan air terjunnya tak indah lagi. Saya berharap Pemerintah Jombang memperhatikan wisata alam karena bisa menambah pendapatan asli daerah. Tapi yang pasti menanam pohon itu asyik dan banyak manfaatnya,” kata Zainal.

Aktivis pencinta alam ini meminta kerjasama gerakan penanaman pohon yang sudah dilakukan dapat ditindaklanjuti oleh masyarakat. Sehingga diharapkan budaya menanam pohon sejak dini dapat tumbuh di masyarakat Jombang. Karena dengan begitu upaya perbaikan lingkungan dan kelestarian lingkungan dapat tercipta.

Ditemui ditempat yang berbeda pemerhati kehutanan dari civil society NGO JALAK Koordinator Bidang Humas Yulianto menuturkan “kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan teman teman mahasiswa dari Unwaha, pemuda dan mahasiswa harus menjadi pioner dalam menjaga kelestarian hutan. Aksi mahasiswa menanam 1000 pohon ini akan menjadi pelecut semangat kami para aktivis lingkungan dijombang ditengah ketidakberpihakan pemerintah daerah dalam perbaikan hutan diwilayah jombang terangnya.

“Menjaga lingkungan butuh tindakan nyata, menanam pohon salah satunya. Warga sekitar sangat antusias dan berharap ada lagi gerakan seperti ini di desa mereka,” pungkasnya.
(zent)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *