Fenomenal Kades Zamroni, Gelar Upacara Penurunan Bendera HUT RI Ke 73 di Tengah Sawah

Daerah, Regional567 views

Kabarone.com, Lamongan- Warga masyarakat desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sungguh fenomenal, upacara penurunan Bendera Sang Saka Merah Putih HUT RI ke 73 digelar ditengah sawah yang sudah mengering habis dipanen padinya, Jum’at (17/8).

Ni’matul Sholiha (27) masyarakat petani di Desa Bakalanpule sebagai peserta upacara mengatakan, “selepas melaksanakan penurunan bendera, ia mengaku sangat bangga walaupun upacara penurunan Bendera yang di adakan di tengah sawah ini.

Dia, sangat antusias sekali untuk mengikuti acara penurunan bendera tersebut, sebagai penghormatan atas para pahlawan yang telah gugur dalam memperjuangkan bangsa Indonesia hingga mencapai kemerdekaan.

Kami atas nama petani Lamongan sangat berterima kasih sekali kepada para pahlawan,kami sebagai penerus perjuangan para pahlawan melakykan dengan mengisi kemerdekaan ini dengan pembangunan khususnya bidang pertanian.

“Kawasan kami saat ini memang sedang mengalami musim kekeringan, dan kegiatan ini murni dari aspirasi masyarakat sekitar untuk di adakan di tengah sawah, tidak ada kepentingan apapunujar petani yang berwajah cantik tersebut.

Kepala Desa (Kades) Bakalanpule Zamroni melalui Sekretaris Desa (Sekdes) nya setelah upacara penurunan Bendera dikonfirmasi Wartawan mengatakan, “Diadakannya upacara penurunan bendera di tengah sawah itu, Firman mengatakan itu muncul dari usulan warga yang ingin mengadakan upacara penurunan bendera di tengah sawah.

Kelompok tani yang ada di desanya hampir semuanya mengikuti acara tersebut, di antaranya adalah kelompok tani Sri Rezeki, Dewi Sri, dan gabungan kelompok tani lainnya. Kegiatan ini spontanitas warga, kebetulan saat ini musim kemarau, jadi upacara penurunan bendera di adakan di tengah sawah.ujar Sekdes M. firman yang juga sebagai Komandan upacara tersebut.

Ditambahkannya, “Harapan kami selaku pemerintahan di desa Bakalanpule ini semakin solid dan lebih mengutamakan gotong royong antar warga sekitar.

“Pemerintah ke depannya agar lebih memperhatikan nasib para petani, karena petani adalah ujung tombak dalam peningkatan ketahanan pangan, supaya petani bisa hidup lebih layak.

Meski begitu, warga masyarakat desa Bakalanpule, ini mengaku bangga dan tetap semangat menjalankan upacara yang berjalan dengan khidmat.

Dalam mengisi kemerdekaan ini, mereka bisa mengenang jasa para pahlawan, meskipun dengan melakukan penghormatan pada bendera merah putih yang berkibar pada tiang bambu setinggi 10 meter hamparan sawah yang sudah mengering.

“Meski di sawah, namun semangat masyarakat dari tetap antusias. Warga sangat kompak menyambut peringatan HUT RI ke 73 ini,” ujar M. Firman selaku penanggung jawab acara sekaligus tokoh masyarakat setempat yang mewakili Kepala Desa Zamroni.

Selain itu, Babinsa Desa Bakalanpule Serma. Iwayan S., warga desa Bakalanpule Kecamatan Tikung Lamongan ini, semangat meski pelaksanaan upacara peringatan HUT RI yang digelar di sawah kering yang habis dipanen ini, untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur mendahului kita semua. Dia menyatakan kegiatan itu adalah spontanitas dari warga tidak ada kepentingan lain sebagai laporannya.

Dia, juga berharap masyarakat tetap kompak meskipun dengan segala keterbatasan. Semangat para pejuang melawan penjajah dengan senjata sederhana menjadi cerminan warga meski dalam kesederhanaan namun membuahkan hasil yang dicita-citakan, “papar Babinsa Bakalanpule Serma. Iwayan S.

Hadir dalam kegiatan upacara tersebut Kepala Desa Bakalanpule Zamroni selaku Inspektur Upacara, Sekertaris Desa (Sekdes) M.Firman, sejumlah elemen masyarakat dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berjumlah sekitar 150 orang dan berlangsung secara khidmat, “pungkasnya.(pull/fer/ian/pur)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *