by

Polda Jatim turunkan Tim Labfor untuk Selidiki Kebakaran Pasar Sukodadi

-Hukum-374 views

Kabarone.com, Lamongan – Tim laboratorium forensik Polda Jawa Timur melakukan pengembangan dalam kasus kebakaran 35 kios pasar Sukodadi, Senin (20/8) 12.00.

Kedatangannya sebagai upaya untuk mengungkap sebab utama terjadinya kebakaran. Karena menurut kesaksian M. Wahidin atau Udin pemilik warung soto kebakaran terjadi karena konsleting listrik.

Sedangkan dalam kesaksian Ahmad Lahudin Kamil atau Emil, kebakaran terjadi karena pemilik warung soto lupa mematikan kompor LPG, sehingga perlu adanya penyelidikan lebih lanjut, untuk menemukan sebab utama terjadinya kebakaran.

Petugas Labfor melakukan penyisiran dan penyelidikan selama kurang lebih 1.5 jam. Dari mulai mengamati barang bukti, dan wilayah sekitar kebakaran, seperti meteran listrik, kompor, kabel, dan lainya.

Menurut Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Norman Wahyu Hidayat, tujuan kedatangan tim Labfor Polda Jatim guna mendapatkan hasil yang pasti dari penyebab kejadian. “Tim labfor Polda turun langsung untuk melakukan Pemeriksaan lebih lanjut, dan diperkirakan satu minggu kedepan hasilnya baru bisa diketahui” terangnya menjelaskan, saat mendampingi tim labfor ke tempat kejadian perkara atau TKP.

Seperti di ketahui akibat kebakaran yang terjadi pada, Jum’at (17/8) 15.00. Pedagang mengalami kerugian sekitar 500 juta. Setiap kios yang terbakar baru saja belanja barang dagangan, sehingga membuat kerugian yang dialami semakin bertambah.

Kebakaran yang diduga terjadi karena kompor LPG yang lupa dimatikan oleh pemilik warung soto itu membuat banyak masyarakat bersedih. “Api membesar di atas plafon warung soto depan rumah saya” ungkap saksi mata, Ahmad Lahudin Kamil.

“Api dengan sangat cepat membesar” sambungnya sambil menjelaskan bahwa dirinya mengetahui kejadian saat dirinya didepan rumah dan mendengar teriakan dari orang bersepeda motor yang lewat sambil teriak kebakaran”, terang nya.

Lebih lanjut Emil mengatakan, kebakaran semakin membesar ketika kabel yang beraliran listrik putus dan terbakar. “Saya sempat panik, hingga anak istri saya suruh lari ke jalan raya” tandas Emil menegaskan. (RED).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *