Divisi Humas Polri Ajak Masyarakat Bijak Bermedsos

Hukum390 views

Kabarone.com, SEMARANG – Peran aktif Kepolisian Republik Indonesia meminimalisir tindak kejahatan terus digelorakan diera genersi millenia seperti sekarang ini.

Kejahatan yang dimunculkan lewat jejaring informasi media sosial lewat berita hoaxpun terbilang tinggi, apalagi memasuki tahun politik baik Pileg maupun Pilpres 2019 mendatang.

Oleh karenanya Kepolisian melalui Divisi Humas Polri mengajak masyarakat agar bijak bermedia sosial dengan menggelar Seminar Literasi Media, Selasa (4/9) di Hotel Grand Candi Semarang.

Kabag Diseminasi Informasi dan Digital Div Humas Polri Kombes Pol Heru Yulianto pada saat pemaparan materi diacara tersebut menyampaikan pentingnya menjaga diri dan bijak dalam bermedia sosial .

Ia meminta netizen jangan mudah terpancing berita hoax, apalagi menjelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 tentunya banyak sekali muncul berita-berita bohong yang beredar di medsos.

“Dengan kegiatan ini Divisi Humas Polri mengajak media online dan pengguna media sosial tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax yang ada, mari kita buat sejuk dunia medsos menjelang pileg dan pilpres 2019,” ujarnya.

Acara bertajuk “Edukasi Bicara Baik dan Bijak Bermedia Sosial ” ini diikuti beberapa perwakilan akademisi dari berbagai universitas di Jateng, Netizen,Kominfo Jateng, beberapa staff humas Polres di jateng dan Jurnalis media online di Jawa Tengah.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes. Pol. Agus Triatmaja menyambut baik acara yang di gagas Div Humas Mabes Polri ini.

Agus berharap dengan diadakannya acara ini jateng yang sudah kondusif akan semakin nyaman dan tenang.

Pemateri lainnya Wadir Reskrimsus AKBP. Haryo Sugiharto, SIK, MH menjelaskan bahayanya penyebaran berita hoax. “berita hoax yang dibuat oleh orang dan kelompok tertentu bertujuan untuk membuat kecemasan masyarakat, memunculkan kebencian dan permusuhan antar individu, pembunuhan karakter seseorang dan menimbulkan Disintegrasi bangsa.

Disebutkan oleh Haryo
pihaknya saat ini banyak menangani laporan terkait dampak penyebaran berita hoax dan hate speech yang beredar di media sosial dan media online. “yang terbaru kita sedang menangani kasus judi online, yang tidak hanya dikenakan pasal-pasal dalam KUHP seperti dalam kasus judi konvensional tetapi dalam judi online juga dikenakan UU ITE, tambahnya.

Wadir Reskrimsus ini meminta kepada pegiat media sosial untuk berhati-hati dalam meneruskan pesan dan berita-berita yang belum tentu kebenarannya apalagi terdapat unsur hate speech didalamnya, karena bisa berurusan dengan penegak hukum, ” tegasnya. (Amr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *