Pijat Tuna Netra Mampu Kurangi Angka Kemiskinan

Daerah, Regional643 views

Kabarone.com, SEMARANG – YBM PT PLN APD Jawa Tengah-DIY bersama Initisiatif Zakat Indonesia (IZI) Jawa Tengah terus memberdayakan para difabilitas di kota Semarang.

Salah satunya penyandang tuna netra yang tergabung dalam Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Kota Semarang.

Pemberdayaan dilakukan berupa pelatihan dan ketrampilan bagi tuna netra dibidang pijat sehingga diharapkan akan terfasilitasi dengan baik.

Menurut Kepala Kantor IZI Perwakilan Jawa Tengah, Djoko Adhi menyatakan, dengan pemberdayaan ini bisa menambah nilai lebih profesi pijat tuna netra yang selama ini hanya pijat capek menjadi pijat terapi dan diagnosa penyakit.

“Semoga ini bisa terus dikembangkan lebih lanjut karena potensinya luar bisa,” ujar Djoko saat kegiatan Tadarus Tuna Netra dalam rangka Muharam 1440 H dan Penyerahan Sarana Usaha Pijat di Sekretariat DPD ITMI Jalan Peduru gan Tengah Semarang, Kamis (13/9).

Joko menambahkan kegiatan tersebut dikemas bersamaan bulan Muharam dalam bentuk tadarus sekaligus bantuan sarana pijat agar mereka produktif.

Sementara itu, pembina ITMI Semarang Zainal Abidin Petir mengatakan, bahwasanya menurut undang undang pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan dan pemberdayaan agar para tuna netra bisa mandiri.

Petir meminta Walikota Semarang bisa menyediakan tempat untuk pijat di lingkungan Pemkot dan di lokasi destinasi wisata di kota Semarang.

Selain itu, ia berharap bagi mereka para tuna netra yang tergabung dalam ITMI juga dibebaskan dari biaya pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah Kota Semarang melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Tri Waluyo menuturkan bahwa pemberdayaan pijat tunanetra ini untuk mengurangi angka kemiskinan yang sudah turun 2 persen di Kota Semarang.

Melalui program pengentasan kemiskinan terutama Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), di tahun 2019 nanti diharapkan penyandang disabilitas bukan lagi masuk PMKS.. (Amr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *