by

BPNT Di Lamongan Di Anggap Mayoritas Gagal Program

Kabarone.com, Lamongan-Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan pada masyarakat miskin di Lamongan di duga dipermainkan harganya karena tidak sesuai dengan nominal yang diterimakan. Seperti yang diungkapkan salah satu warga Sekaran, dalam menyikapi Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Sabtu (10/11/2018).

Menurut ST, BNPT yang seharusnya diberikan setiap keluarga miskin mendapat bantuan senilai Rp.110.000 perbulan yang bisa dibelikan barang kebutuhan pokok seperti beras dan telur di warung yang sudah ditunjuk. Namun ada beberapa persoalan, yaitu bantuan yang diterima masyarakat berupa beras 10 kilogram dan telur sejumlah 5 butir yang di duga total harganya hanya Rp. 90.000.

” Kondisi seperti itu berarti ada selisih Rp.20.000 setiap penerima dalam dari total bantuan Rp.110.000 setiap bulannya ” jelasnya.

Disamping itu, menurut ST kejadian seperti ini terjadi di kecamatan Sekaran tersebut penerima BNPT hanya menerima 10 Kg beras dengan asumsi setiap kilogramnya berharga Rp.8.500, dan telur ayam horn 5 butir dengan asumsi telur seharga Rp.20.000 setiap kilogramnya, padahal sesuai fakta di pasar tradisional dan atau modern harga telur Rp.18.500 perkilogramnya, dan ukuran telur besar setiap kilogramnya berisi 16 butir, sedangkan ukuran kecil perkilogram berisi 18 butir.

“ Analisa di lapangan jika beras 10 kilogram dan 5 butir telur total harganya sekitar Rp.90.000. Ini artinya ada selesih” jelas ST.

“Dari kejadian yang ada di kecamatan tersebut, menduga dari selisih harga tersebut negara mengalami kerugian akibat program yang kurang tepat dalam penerimaannya”,pungkasnya.(***)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *