by

Penghargaan Program ODGJ Di Lamongan Tidak Sesuai Realita Di Lapangan

-Daerah, Regional-1,523 views

Kabarone.com, Lamongan – Komitmen Bupati Lamongan Fadeli untuk memanusiakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) melalui Program Lenyapkan Pasung Memanusiakan Pasien Jiwa (Lesung Si Panji) untuk tidak menular pada bawahannya.

Melalui pembentukan Kelompok Budaya Kerja (KBK) Komunitas Peduli Jiwa (Kopi Jala) yang Langkah tersebut membawa Kabupaten Lamongan meraih penghargaan sebagai yang terbaik dalam Kompetisi Kelompok Budaya Kerja (Siyakin) 2018 se Jawa Timur.

Penghargaan tersebut diterima Bupati Lamongan, Fadeli dari Gubernur Jawa Timur, Soekarwo di Ruang Rapat Hayam Wuruk Kantor Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, bulan Oktober kemarin.

Namun, komitmen Bupati Lamongan dalam menangani pasien ODGJ di wilayahnya untuk selalu bekerja dengan ikhlas dan memanusiakan mereka, tidak di barengi dengan kerja yang nyata.

Pasalnya, realita di lapangan masih banyak orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang sampai saat ini masih banyak berkeliaran di jalan belum mendapatkan penanganan dari dinas terkait.

Endar Muji Purwanto (38) warga Dusun Trongglongong Desa Sumberagung kecamatan Modo kabupaten Lamongan mengatakan masih banyak orang gila di wilayahnya, selama kurang lebih lima tahun masih banyak yang berkeliaran, salah satunya adalah yang masih ada di empat dusun di kecamatan Modo.

“Orang gila tersebut sudah saya laporkan ke puskesmas setempat, namun pihak puskesmas beralasan orang ini punya keluarga di Desa Dradah Blumbang kecamatan Kedungpring, sementara dari pihak keluarganya orang gila ini juga tidak pernah di urusi,” ujarnya Sabtu (01/12).

Pria yang akrab di sapa Endar itu mengungkapkan, pihaknya juga sudah melaporkan ODGJ tersebut ke Tim Kesejahteraaan Sosial Kecamatan (TKSK) dan camat Modo Sigit, namun hingga saat ini belum ada respons dan tindakan untuk segera di tangani oleh pihak terkait.

“Orang gila itu sering di kasih baju oleh warga di sini, dan juga di kasih makanan, warga yang mengganti bajunya juga, supaya tidak kelihatan kotor sekali,” tuturnya.

Menurut Endar, kabupaten lamongan selama ini sudah bebas dari pasung dan ODGJ, bahkan sudah mendapatkan penghargaan berkali-kali, pihaknya menyatakan kenapa masih banyak orang gila yang berkeliaran dan belum juga mendapatkan penanganan.

“Saya berharap ODGJ itu segera di tangani, karena sudah bikin takut dan resah anak kecil maupun orang dewasa, entah itu di bawa ke Dinas Sosial apa Satpol PP setempat, agar tidak menjadi pemandangan yang tidak menyenangkan di sini,” pungkasnya.

Sementara itu, kepala Dinas Sosial kabupaten Lamongan Mugito, hingga berita ini di tulis belum ada keterangan resmi baik melalui telepon seluler (Ponsel) atau klarifikasi penjelasan di kantornya.(ful/ian)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *