by

Wakil Anggota DPRD Lontarkan Kritik Kepada Bupati

Kabarone.com, KENDAL – Rencana Bupati Kendal Mirna Annisa menciptakan alun-alun Kendal tampak indah dan bersih dengan memindahkan Pedagang Kaki Lima (PKL) ke Gor Bahurekso menuai kritikan.

Kritikan pedas itu dilontarkan oleh. wakil anggota DPRD H. Sakdullah Mas’ud.

Dijumpai di kantornya,Senin (31/12/2018). Ia menyampaikan bahwa kebijakan Bupati tersebut terkesan sewenang-wenang dan tidak berpihak pada rakyat kecil. Padahal para PKL yang menjajakan dagangannya di alun alun kota Kendal jumlahnya mencapai ratusan, dan itu merupakan mata pencaharian mereka yang sudah berjalan bertahun-tahun.

“Hadirnya Perda no. 7 tahun 2018 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kakilima. Para PKL sebenarnya menyambutnya dengan rasa bahagia karena dalam benak mereka berharap dengan adanya penataan tersebut akan ada tempat yang representatif untuk mereka,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lahirnya surat no. 307/3258/POL PP, tanggal 21/12/18 tentang larangan jualan di Alun-Alun Kota Kendal dinilai merupakan sikap arogansi Bupati dalam penanganan PKL di alun-alun.

Dan menurut saya untuk penanganan PKL memang sudah berdasarkan pada Perda tentang PKL, Akan tetapi Perda tersebut tidak harus dimaknai secara tekstual semata yang ujungnya justru dijadikan lahan arogansi kekuasaan untuk mendholimi para PKL, terlebih tempat yang di rencanakan ditempat alun alun kecil yang mengesankan asal pindah dari alun-alun besar.

“Harusnya Perda dimaknai secara kontekstual, penataan PKL dimulai dari sebuah perencanaan yang matang dengan cara menyiapkan terlebih dahulu tempat baru yang representatif yang bisa menjadi kepastian dan kenyamanan. Sehingga para PKL merasa diorangkan, kalau seperti ini justru malah merasa dibuang begitu saja oleh kekuasaan, terlebih dipindah di alun alun kecil yang dari kacamata keindahan justru sangat tidak memenuhi syarat, bahkan terkesan Bupati tidak mau berfikir hanya mencari mudahnya saja dan ujungnya tidak menjadikan PKL menjadi nyaman,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap, sebelum adanya penggusuran PKL yang ada di alun-alun. Pihaknya minta kepada Bupati agar terlebih dahulu menyediakan tempat yang representatif bagi PKL dan tempat yang baru itu bisa menjadi destinasi bagi masyarakat Kab. Kendal,” pintanya.

Di sisi lain menanggapi hal tersebut. Sofiati (34) salah satu PKL yang berada di alun alun kepada kabarone.com mengatakan. “Kalau bisa jangan dipindahkan, karena bingung juga dengan tempat yang baru, karena di tempat yang baru itu belum mungkin bisa seramai ini. Tapi jika terpaksa ya nggak papa, asal tempat yang kedepan buat berpindah kami sudah disediakan, dan itupun kami tidak menolak. Ketika harus di pindah ya saya berharap, jangan hanya di pindahkan saja, tapi juga diberikan modal untuk kami berkemas kemas menyesuaikan tempat yang baru,” harapnya.(Amr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *