by

Sunoto : Umat Konghucu Indonesia di Bangka, Sanjung Jasa Gus Dur

Kabarone.com,Bangka-Ketua Panitia Pelaksana dalam peresmian Rumah Ibadah Kong Miao/Litang Amal Utama Pemali, dari Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kabupaten Bangka, Sunoto mengatakan umat Konghucu Indonesia khususnya di Kabupaten Bangka sangat menghargai jasa Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurahman Wahid atau Gus Dur (alm), karena berkat dialah pada Era Reformasi, kebebasan diberikan kepada umat Konghucu untuk menjalankan ritual agamanya. Bukan hanya ritual agama, ritual budaya yang terkait agama tersebut juga diberikan kebebasan. “Kami berterima kasih kepada mantan Presiden Abdurahman Wahid, sebab berkat kepemimpinan dialah kami bisa seperti ini dapat kebebasan menjalankan ritual dan budaya terkait Agama Konghucu”, kata Sunoto. Hal itu dibeberkannya disela-sela peresmian Rumah Ibadah tersebut pada Kamis (14/2) di Dusun Sigambir, Desa Air Ruai, Kecamatan Pemali, Kabupaten Bangka.

Sementara mengenai pembangunan Rumah Ibadah Kong Miao/Litang Amal Utama itu dapat terlaksana berkat sumbangan bantuan dari masyarakat senilai Rp 750 juta. Sebelumnya realisasi sempat tertunda selama kurang lebih 2 tahun karena masalah dana. Pihaknya sangat berterima kasih terutama kepada Ir. Rudianto Tjen Anggota DPR-RI dan Bahar Buhasan, Anggota DPD-RI asal Propinsi Bangka belitung, sebab kedua orang itu sangat berperan hingga terlaksana pembangunan rumah ibadah tersebut. “Dapat terlaksana berkat sumbangan masyarakat, terlebih ucapan terima kasih kepada Ir. Rudianto Tjen dan Bahar Buhasan”, katanya.

Masih menurut Sunoto, tujuan utama dari pembangunan rumah ibadah dimaksud untuk sarana ibadah Umat Konghucu secara berjamah. “Sebagai sarana umat beribadah secara berjama’ah”, jelasnya. Dalam acara peresmian itu, selain dihadiri oleh 2 Anggota DPR dan DPD-RI beserta ribuan umat, juga turut dihadiri oleh Bupati Bangka, Mulkan SH, MH. Sejumlah calon Legislatif seperti Bambang Patijaya, SE, MM, kemudian Ir. Agung Setiawan, dan calon DPD-RI, Alexander Fransiscus. Dalam rangkaian kegiatan acara turut ditampilkan sejumlah kesenian antar agama yang berkembang di Kabupaten Bangka dari komunitas Islam, Kristen, Budha, Hindu dan Kong Hu Cu yang mencerminkan tingginya tingkat toleransi. Pada bagian akhir acara melalui kupon undian, dibagikan door prize kepada salah seorang umat berupa kulkas dan diberikan langsung oleh ketua Panitia Pelaksana Acara, Sunoto. (Suhardi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *