by

Tambang Timah Ilegal Parit Enam Diduga Penyebab Banjir Air Itam

-Daerah, Regional-478 views

Kabarone.com,Pangkalpinang-Banjir menggenangi kawasan rt 01 dan 02 rw 01 Kelurahan Air Itam, kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang, tidak jauh dari simpang empat Komplek Perkantoran Gubernur Bangka belitung. Banjir sudah dua hari menggenangi kawasan itu sejak hujan lebat yang mengguyur Kota Pangkalpinang pada Kamis (28/2).

Lurah Air Itam Andhika Pratama bersama Ketua LPM yaitu M. Hardiman kepada awak media pada Jum’at (1/3) mengatakan jumlah rumah yang terdampak banjir sebanyak 63 buah atau 63 kk. Kedalaman air banjir sekitar pinggang orang dewasa (sekitar 1,5 m). “Ada sekitar 63 kk yang terdampak banjir”, katanya.

Menurut mereka, penyebab banjir diduga akibat banyaknya aktifitas tambang timah dan pasir ilegal pada bagian hulu (atas) di Parit Enam, Kelurahan Bacang. Hal itu setelah dilakukan pemeriksaan oleh mereka bersama unsur Muspika kelokasi tambang dimaksud pada pagi tadi. “Banjir ini salah satu penyebabnya karena banyak aktifitas liar tambang di Parit Enam. Luapan ini merupakan banjir kiriman”, katanya. Pada tahun lalu kejadian serupa pernah dialami walau tidak seberapa. Tetapi banjir yang menggenangi saat ini sangat parah. Terkait aktifitas tambang, dijelaskan setidaknya tambang liar tersebut memakai sekitar 5 unit eksavator atau pc.

Selain itu, karena pada bagian hilir (bawah) berkumpul debit air besar karena hujan disekitar Bangka City Hotel. Air bah dari arah Parit Enam bertemu debit air besar dari arah Bangka City Hotel dan tertahan. Sementara lokasi banjir merupakan semacam cekungan, sehingga tergenang. Ditambah lagi drainase yang dibangun oleh dinas terkait belum lama ini tidak terlalu lebar.

Dan untuk memperingan derita warga pihak kelurahan sudah mengumpulkan sejumlah sumbangan untuk diberikan kewarga terdampak bencana. “Kami mulai mengumpulkan sumbangan untuk memperingan derita yang terkena bencana”, katanya. (Shd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *