Data Amburadul, Bawaslu Rekomendasi Lakukan Penghitungan Ulang TPS Desa Sumengko

Politik664 views

Kabarone.com,Lamongan – Perihal adanya indikasi penggelembungan suara yang diduga di lakukan oleh anggota KPPS di TPS pada waktu penghitungan suara di lakukan kepada partai politik tertentu. Dalam hal ini pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Lamongan Jawa Timur menanggapi serius.

” Bahwa pihaknya setiap ada kerancuan di dalam salinan C1 yang ada di saksi, PTPS, kotak suara, maka protokol Bawaslu adalah merekomendasikan untuk pembukaan C1-Plano. Ketika C1-Plano masih ada kerancuan, maka rekomendasi kita ialah di lakukan penghitungan suara ulang,” Ketua Bawaslu kabupaten Lamongan Miftahul Badar menyatakan, Kamis (25/04).

Dalam pleno rekapitulasi ini, semua prosesnya transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi. ” Berdasarkan protokol pengawasan di atas, kalaupun ada penggelembungan suara, maka secara otomatis akan terkoreksi”, tegas Miftahul Badar.

Sementara, Ahmad Purnomo Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Kedungpring di tempat terpisah menyampaikan”, pihaknya merekomendasikan kepada Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kedungpring untuk melakukan Penghitungan Suara Ulang (PSU) di TPS 04 Desa Sumengko, Kamis (25/04). Ketika di lihat di C1 Hologram banyak terjadi coretan, maka selanjutnya di buktikan dengan C1-Plano salinan ternyata banyak pula coretan-coretan.

Dalam hal ini ditemukan adanya ketidaksingkronan jumlah suara baik punya saksi maupun pengawas desa. ” Untuk membuktikannya, kami dari Panwaslu kecamatan Kedungpring merekomendasikan untuk melaksanakan penghitungan suara ulang di TPS 04 desa Sumengko untuk tingkatan DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD kab/kota,” ujar Purnomo.

Lebih lanjut dikatakan Purnomo, Kesalahan penulisan ini, penghitungan KPPS ada dari partai politik dan calegnya, suaranya itu di masukan semuanya, menurutnya, ini bukan pengelembungan suara, melainkan hanya gagalpaham saja. ” Ketika ada caleg sama partai yang di coblos, dua-duanya jangan di masukan, hanya calegnya saja yang di tulis.

Penghitungan suara ulang itu, kata Purnomo, di lakukan di karenakan di C1- Plano terdapat banyak coretan, biar tidak menimbulkan tanda tanya di publik, salah satunya dengan di adakan penghitungan ulang. ” Kita lakukan klarifikasi bersama di kecamatan, harus kita buktikan coretan tersebut di hadapan publik, di hadapan saksi dan semuanya yang hadir di rapat pleno, biar tidak ada kebohongan publik,” Tandasnya.

” Kembali ditegaskan oleh Purnomo, ini tidak ada unsur kesengajaan, hanya ketidaktahuan dari petugas KPPS yang mungkin belum mengetahui, bisa juga petugas KPPS tersebut pengetahuannya tentang pemilu yang masih kurang.

Masalah seperti ini, sambung Purnomo, harus di selesaikan di tingkat kecamatan dulu, ketika nanti sudah di kabupaten semuanya sudah clear, apabila nanti di kabupaten masih di permasalahkan, pihaknya siap untuk buka Plano dan rekap ulang di kecamatan. ” Insya Allah tidak ada penggelembungan suara parpol di kecamatan Kedungpring, semuanya berjalan kondusif”, tegasnya (Pul/IanAs).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *