by

Blangko Kosong, Urus KTP Bak Hidup Di Negeri Orang

-Daerah, Regional-742 views

Kabarone.com,Lamongan – Kemampuan daya pikir manusia bakal terus bergerak semakin maju. Teknologi pun berubah semakin canggih dan menjadi faktor yang membuat lompatan kuantum peradaban secara cepat. Hal ini dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Ditjen Dukcapil Kemendagri, dengan meluncurkan Dukcapil Go Digital. Semua dengan tujuan apa pun bisa dilakukan untuk semakin memajukan negeri ini dalam melayani masyarakat. Minggu, (28/7).

Akan tetapi semua ini hanya isapan jempol semata, bagaimana tidak, sampai saat ini stok blangko KTP Elektronik (KTP-el) yang dimiliki oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamongan masih jauh dari target yang dibutuhkan. Buktinya mengurus KTP kayak antri beras di masa perjuangan kemerdekaan. Secara hakiki berarti kita belum merdeka.

Dijelaskan”, terkait hal itu pemohon dalam mengurus KTP-el, blangko KTP Elektronik (KTP-el) sampai saat ini masih kosong dan hanya diberi Surat Keterangan (Suket), makanya kami datang ke alun-alun kota Lamongan pada hari minggu ada layanan KTP-el program jemput bola Didukcapil di Minggu Ceria (Mince), itupun blangkonya terbatas. Kalau dirasakan kami ini hidup di negeri orang, padahal kami ini hidup di negeri sendiri”, dikatakan Joko asal Pandan Pancur Kecamatan Deket yang lagi mengurus KTP.

Di lain pihak, Anang warga masyarakat mengakui, ia mengurus KTP-el sejak 6 (enam) bulan lalu juga belum juga kelar/selesai. Diakui oleh Anang”, iya mas saya mengurus KTP-el sejak 6 (enam) bulan yang lalu di kecamatan belum kelar-kelar karena alasan dari pihak kecamatan blangkonya masih kosong. Akhirnya saya mengurus KTP-el di alun-alun pada program jemput bola Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) akhirnya selesai, namun blangkonya juga terbatas.

Pada kesempatan ini Sugeng Widodo, S. Sos, MM Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Lamongan saat ditemui didekat mobil pelayanan Mince di alun-alun mengungkapkan”, pihaknya tak mengelak hal itu. Dia mengakui, saat ini pihaknya sedang membutuhkan ribuan keping KTP-el. Menurutnya, jumlah pemohon yang setiap harinya datang untuk mengurus KTP-el.

“Memang dari Kemendagri droping blangko kurang. Staf Disdukcapil mengambil ke pusat. Terakhir itu hanya dapat 500 keping, dua minggu lalu. Sempat blangko KTP-el tercover waktu jelang Pilpres yakni sebanyak 20 ribu keping, saat itu Alhamdulillah begitu sedikit lega karena pelayanan KTP-el terpenuhi. Akan tetapi pasca pemilihan presiden (Pilpres) 2019 dan saat ini kembali tak normal. Untuk layani pemohon KTP-el setiap harinya minimal 300 keping jadi bisa diakumulasikan kebutuhan setiap bulannya minimal 7.200 keping blangko KTP-el, itu baru bisa berjalan,” ungkapnya Minggu (28/7).

Sedangkan, sambung Sugeng Widodo, hingga kini jatah yang didapatkan dari Kemendagri hanya 500 keping tiap perkunjungan dalam mengambil blangko ke pusat. Karena dapatnya hanya 500 keping perdatang, itu juga lama nunggunya. Karena diseluruh Indonesia kasusnya sama, kekurangan blangko,” jelasnya.

Kendati demikian, sambung Sugeng Widodo, pihaknya akan mencarikan solusi untuk warga agar tidak terjadi penumpukan pemohon KTP-el. Salah satunya, kata dia, dengan menutup layanan blangko KTP-el dan diberika Surat Keterangan (Suket), terkecuali bagi warga yang membutuhkan darurat. Dan layanan pendaftaran KTP-el yang kami akses melalui program pelayanan jemput bola setiap oada minggu ceria (Mince) di alun-alun kota Lamongan.

Sugeng Widodo menambahkan, saat ini Disdukcapil sedang menyusun beberapa agenda untuk mengantisipasi terkait pelayanan yang dilakukan kearah yang lebih baik. “Kami akan rapatkan lagi seperti apa formulanya. Intinya Kepala Dinas Disdukcapil sekarang ini, berharap pelayanan satu hari jadi dan tak pakek lama. Makanya terkait dengan pelayanan seperti apa dan bagaimana akan kami lakukan yang terbaik, supaya layanan lebih cepat. Seperti halnya kemarin hari sabtu ada pembekalan operator ke Yogyakarta dalam rana memantapkan program TTE (Tanda tangan elektronik) disetiap kecamatan dalam rangka mensukseskan Dukcapil Go Digital.” imbuhnya.

Namun mengenai pelayanan yang lain, ujarnya lagi, masyarakat bisa mengurus keperluan layanan kependudukan seperti akta kelahiran, kartu keluarga bisa dilayani dengan baik, seperti halnya blangko KK saat ini sudah tersedia 20 ribu blangko untuk memenuhi kebutuhan pelayanan masyarakat selama tahun 2019 ini. Ditegaskan, KK sejauh ini Disdukcapil Lamongan tidak mengalami kendala. “Untuk layananan yang lain seperti itu aja, sejauh ini normal saja, setelah lebaran juga normal. Hanya memang permasalahan yang terjadi saat ini soal kekurangan blangko KTP-el saja. Harapan kami agar persoalan kekosongan blangko KTP-el bisa segera terpenuhi dan normal kembali,” Sugeng Widodo dengan penuh harapan, (*).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *