by

Upayakan Pencegahan STUNTING, AL-HIDAYAH Roadshow ke 6 Provinsi

Kabarone.com, Kalimantan Barat – Ormas Pengajian Al-Hidayah yang kegiatannya tidak cuma mengaji ini, merasa prihatin atas tingginya jumlah anak stunting di Indonesia saat ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga dengan angka prevalensi stunting tertinggi di Asia pada 2017. Angkanya mencapai 36,4 persen, artinya ada 9 juta anak Indonesia menderita stunting.

“Namun, pada 2018, menurut data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), angkanya terus menurun hingga 23,6 persen. Penurunan angka stunting di Indonesia adalah kabar baik, tapi belum berarti sudah bisa membuat tenang. Maklum, bila merujuk pada standar WHO, batas maksimalnya adalah 20 persen atau seperlima dari jumlah total anak balita,” ungkap Sekjen Al-Hidayah Sekarwati, S.Sos., M.Si, Minggu (4/8).

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita, akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan dari bayi di dalam kandungan sampai usia 2 tahun. Sehingga, perkembangan anak pada usianya lambat. Kondisi kekurangan gizi sudah terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah lahir. Stunting diyakini akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan memperlebar ketimpangan. Situasi ini jika tidak diatasi segera maka dapat dipastikan Indonesia tidak mampu bersaing menghadapi tantangan global pada masa depan.

Oleh karena itu, Pengajian Al-Hidayah yang memiliki cabang kepengurusan hingga tingkat desa ini bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melakukan kegiatan dalam rangkaian mendukung GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT untuk mencegah stunting. Beberapa kegiatan yang dilakukan adalah, pemberian materi GERMAS dalam kegiatan orientasi pada hari sabtu tanggal 3 Agustus 2019.

“Masyarakat diberikan penyuluhan bagaimana berperilaku hidup sehat. Makan makanan sehat, konsumsi buah sayur, lakukan olahraga minimal 30 menit sehari dan melakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan secara rutin. Hari kedua dilanjutkan dengan kegiatan senam sehat, pemeriksaan kesehatan secara gratis, test IVA dan pemeriksaan kehamilan serta pemberian edukasi dan contoh makanan sehat bergizi,” jelas Sekar.

Kegiatan ini mengundang seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang untuk ikut serta. di gerakkan oleh pengurus Pengajian Al-Hidayah Kabupaten Ketapang. Terbukti, Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) ini menjadi landasan utama yang bagus untuk mencegah terjadinya stunting.

Pengajian Al-Hidayah berkomitmen mendukung dan melaksanakan program mencegah terjadinya stunting secara serius. Salah satu prioritas program Pengajian Al-Hidayah adalah menciptakan generasi qurani Indonesia yang sehat dan cerdas. Karena itu acara GERMAS di Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat maupun di 5 provinsi lainnya akan dikawal secara langsung oleh Ketum Pengajian Al-Hidayah, Dra. Harbiah Salahuddin, M.Si, waketum Dra. Siti Marhamah, M.Ag serta jajaran pimpinan pusat lainnya. Pengurus Provinsi yang terkait juga ikut serta terlibat meskipun pelaksanaan di kabupaten/kota.

“Apresiasi masyarakat terhadap program ini cukup antusias,sehingga Pengajian Al-Hidayah yakin jika program ini dilaksanakan secara kontinyu dan komprehensif, akan berdampak cukup baik dalam pengurangan angka stunting,” pungkas Sekar. (Dn)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *