by

PPSU Bongkar Bangunan warung samping Kejari Jakarta Utara

Kabarone.com, JAKARTA – Petugas Penanganan dan Sarana Umum (PPSU) dan aparat gabungan dari Kelurahan dan Kecamatan Tanjung Priok membongkar 15 unit bangunan warung pedagang kaki lima yang bertengger diatas saluran air dan trotoar Jalan Tenggiri RT 004/08, Kelurahan Tanjung Priok Kecamatan Tanjung Priok , Jakarta Utara Rabu(18/09/2019) .

“lima belas unit bangunan warung kaki lima yang berdiri sejak 20 tahun lalu, dibongkar karena berdiri diatas saluran air,kita sudah lakukan sosialisasi selama dua bulan.surat peringatan 1,2,3,sudah kita lakukan,mengacu program pemda DKI genting fungsi trotoar dan saluran air kita bekerja sudah sesuai prosedur kata , lurah Tanjung Priok Mu’min.

Untuk membongkar bangunan tersebut, kata Mu’min pihaknya mengerahkan 50 PPSU, 30 aparat kelurahan, staf kecamatan dan Kebersihan Kecamatan Tanjung Priok menggunakan alat manual.

“Penghuni yang menempati bekas bangunan warung bersedia membongkar sendiri. Alhamdulillah pembongkaran berjalan lancar dan kondusif”, katanya.

Ditambahkan Mu’min, untuk mengantisipasi banjir, lokasi tersebut akan ditata dengan potnisasi penghijauan dan langsung dikeruk saluran ya oleh sidin Tata air.

Ketika dikonfirmasi salah satu pedagang pemilik warung Susiyah mengatakan,”

kami para pedagang yang tergabung dalam Forum Pedagang samping kejari jakarta utara yang selama ini berjualan lebih dari 20 tahun ,
para pedagang yang berjumlah 10 kios selama ini tidak pernah di ajak sosialisasi terkait rencana pembongkaran ,cuma dikasih surat SP1,SP2,SP3 oleh pihak kelurahan tembusan camat dan walikota jakarta utara untuk tanggal 18 lokasi akan di gusur dengan melibatkan 150 personil gabungan pol pp ,TNI POLRI.
Kami menduga rencana pembongkaran adalah usulan alias titipan kejari jakarta utara yang baru menjabat,karena setiap pergantian kejari mereka selalu komunikasi dengan pedagang indikasi lokasi kami berjualan akan dialih fungsikan untuk lokasi parkir kejaksaan.
kalau lokasi kami ditata untuk Usaha Kecil Menengah kami sangat mendukung ,karena kami selama 2 tahun berupaya untuk di bina oleh Sudin UKM namun selama ini belum ada realisasi.
Para pedagang minta toleransi sampai batas bulan 6 tahun 2020 untuk pembongkaran namun suara kami tak dihiraukan.pihak kejaksaan setiap kami temui tak mau menerima kami.
mengingat bangunan kios banyak yang baru di renovasi,dan mereka juga pinjam dana di BANK ,secara otomatis mereka akan menganggur bagaimana slogan Gubernur DKI ,”Sejahtera warga nya ”
Pedagang berharap kepada pihak pemda khususnya Kejaksaan agar kami masih bisa berjualan walau dengan tendanisasi.” Ungkap Susiyah .(As)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *