by

Pengendalian Hama Tikus terpadu, Antisipasi Jelang Masa Tanam

Kabarone.com,Lamongan – Pengendalian hama tikus secara terpadu, dilakukan oleh para petani. Tikus hama penting tanaman padi yang serangannya lebih dari 17 % tiap tahun dari total luas arel padi. Ini disebabkan karena pengendalian hama tikus selalu terlambat, karena mengendalikan setelah terjadi serangan dan kurangnya pengawasan para petani.

Ada sembilan cara pengendalian hama tikus sawah diantaranya: Tanam dan panen serempak, membersihkan gulma dan semak-semak (Sanitasi habitat), gerakan bersama (gropyokan massal), pengemposan (Fumigasi), dengan tanaman perangkap (Trap Barrier System). Pola tanam serempak. berukuran 20 x 20 m.

Bubu perangkap (Linier Trap Barrier System) bentangan pagar plastik/terpal setinggi 60 cm, ditegakkan dengan ajir bambu setiap jarak 1 m, dilengkapi bubu perangkap setiap jarak 20 m dengan pintu masuk tikus berselang-seling arah, memanfaatan musuh alami (burung hantu, burung elang, kucing, anjing, ular tikus, dan lain-lain), Rodentisida digunakan hanya apabila populasi tikus sangat tinggi terutama pada saat bera atau awal tanam, cara pengendalian lokal lainnya (penggenangan sarang tikus, penjaringan, pemerangkapan, bunyi-bunyian, dan cara-cara lainnya).

Tikus yang telah terbunuh/tertangkap hanya merupakan indikasi turunnya populasi. Yang perlu diwaspadai adalah populasi tikus yang masih hidup, karena akan terus berkembang biak dengan pesat selama musim tanam padi.
Disamping itu monitoring keberadaan dan aktivitas tikus sangat penting diketahui sejak dini agar usaha pengendalian dapat berhasil.

Cara monitoring antara lain dengan melihat lubang aktif, jejak tikus, jalur jalan tikus, kotoran atau gejala kerusakan tanaman. Dan tidak kalah pentingnya adalah mewaspadai terhadap kemungkinan terjadinya migrasi (perpindahan tikus) secara tiba-tiba dari daerah lain dalam jumlah yang besar, red).

Pengendalian hama tikus secara terpadu dengan cara Rodentisida, kali ini dilakukan oleh para petani bersama Kelompok Tani (Koptan), Pemerintah Desa Bakalanpule, Camat Kecamatan Tikung, TNI-Polri, Kepala UPT Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Wilker Tikung. Jum’at (04/10/2019) dengan start di kantor desa Bakalanpule.

Sementara, Ir. Sawin Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Wilker Kecamatan Tikung dalam wawancaranya dengan wartawan yang hadir mengungkapkan, ” Kegiatan pengendalian hama ini dalam rangka untuk mencegah serangan hama tikus tidak sampai merajalela.

Cara pengendalian hama tikus karena saat ini masih musim kemarau, sehingga metode yang digunakan ialah pengumpanan terlebih dahulu dengan mencampur beras dengan minyak goreng serta rodentisida lalu di tebarkan ke lahan pertanian. Menurutnya, ” Masing-masing petani membawa racikan antara beras dengan rodentisida, lalu diaplikasikan dan disebar ke lahan pertanian dengan cara pengumpanan.

Sawin menegaskan, untuk jangka waktu matinya tikus, tidak bisa langsung mati seketika, melainkan butuh waktu 5-7 hari, tapi daya bunuhnya racun ini sangat bagus sekali, meskipun hanya memakan sebutir beras saja. ” Ketika induknya sudah memakan beras tersebut, maka anaknya yang masih menyusui akan ikut mati pula, inilah keunggulan dari rodentisida, lain halnya dengan yang kontak secara langsung.

Jenis racun seperti ini kadang-kadang di gunakan oleh petani, dikarenakan bangkai dari tikus itu tidak kelihatan secara kasat mata, namun bangkainya ada di liang-liang tikus. ” Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, apa yang sudah dilakukan oleh Kepala Desa Bakalanpule Zamroni, adalah sebuah bentuk kepedulian terhadap warganya, ia yang lebih tahu betul akan keluhan serta kebutuhan warganya khususnya para petani.

Ditambahkannya, ” Serangan hama tikus ini sudah bertahun-tahun menghantui para petani di Lamongan, antisipasinya harus di lakukan pemberantasan secara massal, agar populasinya berkurang. Dengan harapan kegiatan pengendalian hama tikus di lahan pertanian ini tidak hanya dilakukan di Kecamatan Tikung saja khususnya, melainkan nantinya bisa diikuti oleh para petani 27 kecamatan yang ada di Lamongan umumnya.

Sementara Kepala Desa Bakalanpule Zamroni mengatakan, ” Kegiatan ini perlu dilakukan sebelum awal musim tanam tiba. Hal ini juga merupakan bentuk upaya Pemerintah desa Bakalanpule dalam rangka meningkatkan hasil panen tanpa terkendala hama tikus yang selama ini menghantui para petani yang ada di desa kami.

Semua ini tiada lain bertujuan untuk menopang keberhasilan dalam penguatan ketahanan pangan yang ada di desa kami, kabupaten Lamongan terutama penopang ketahanan pangan nasional”, ujar Kepala Desa yang penuh ide-ide berlian ini, (Pul/As).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *