Apindo : UMK 2021 Kota Semarang 0 Persen, Buruh Desak Naik Menjadi Rp 3,395 Juta

Daerah433 views

SEMARANG,kabarone.com – Rapat Pleno Dewan Pengupahan Kota Semarang dengan agenda pembahasan usulan Upah Minimum Kota (UMK) Semarang tahun 2021 berjalan cukup alot.

Pasalnya, Apindo mengusulkan agar pada tahun 2021 kenaikan upah buruh 0% atau tidak ada penambahan upah buruh.

“Kami mengusulkan kepada Walikota Semarang agar upah buruh tahun 2021 tetap 2.713.000 rupiah saja,” kata Nugroho, selaku perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kota Semarang.

Ia menyampaikan bahwa banyak pengusaha dan perusahaan yang terpaksa merumahkan bahkan mem-PHK karyawan dan buruhnya demi bertahan di saat situasi covid-19 seperti sekarang ini.

Akibatnya perekonimian menjadi lesu dan menyebabkan PDB (Produk Domestik Bruto) pada triwulan tiga turun -5,32%.

“Hal ini mengakibatkan beban setiap perusahaan semakin berat, mereka juga sedang berusaha merestrukturisasi kreditnya, bahkan tidak sedikit yang gulung tikar,” beber Nugroho di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Semarang, Rabu (23/9/2020).

Selain Apindo, hadir peserta rapat pleno yang lain diantaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Semarang Sutrisno dan Perwakilan Aliansi GERBANG (Gerakan Buruh Berjuang), Slamet Kaswanto.

Usulan Apindo tentang tidak adanya kenaikan upah di tahun 2021 langsung mendapatkan respon negatif dari perwakilan buruh. Mereka tidak bisa menerima, sebaliknya para buruh justru mengusulkan adanya penambahan UMK 2021 sebesar Rp 3.395.930,68.

Perwakilan Gerbang, Kaswanto mengutarakan saat ini kebutuhan tambahan perbulan tersebut bersifat wajib bagi buruh. Namun dalam usulan KHL belum dimasukkan dalam item Kebutuhan Hidup Layak (KHL). Item-item yang dimaksud meliputi masker, and sanitizer, vitamin C, absen daring, sabun cuci tangan dan disinfektan.

“Dalam kaitannya tersebut, adapun usulan UMK Kota Semarang Tahun 2021 yang di usung dari Dewan Pengupahan Kota Semarang dari unsur buruh berdasarkan prediksi KHL bulan Desember tahun 2020 plus Kebutuhan Tambahan Wajib (KTW) saat Pandemic Covid-19 sebesar 3.395.930,68 rupiah,” desak Kaswanto.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnaker) Kota Semarang,, Sutrisno sekaligus Dewan Pengupahan Kota Semarang mengaku pihaknya memahami kesulitan pengusaha dan pekerja.

“Kami akan berusaha mengakomodir baik usulan serikat pekerja maupun Apindo,” ucap Sutrisno.

Selanjutnya, Ia berujar seusai rapat dirinya akan langsung membawa berita acara rapat yang di dalamnya terdapat usulan-usulan pihak buruh dan pengusaha kepada Walikota Semarang.

“Usulan unsur Serikat Pekerja tersebut beserta usulan Apindo yang mengusulkan kenaikan UMK tahun 2021 yaitu 0% (tidak ada kenaikan) sudah diterima dan masukan dalam berita acara rapat pleno Dewan Pengupahan Kota Semarang. Kemudian hasil rapat langsung disampaikan ke walikota siang ini juga,” tandas Sutrisno.

Selama rapat pleno berlangsung, ratusan buruh Aliansi Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Kota Semarang terdiri dari KSPN, FSP KEP, FSPMI, FSP KAHUTINDO, FSPI, FSP FARKES dan FSPLN melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Disnaker, Jalan Kimangunsarkoro No 21 Semarang. (Amr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *