Letakkan Ecobrick Pertama, Hendi Ajak Semua Selesaikan Pembangunannya

Daerah365 views

SEMARANG,kabarone.com – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau akrab disapa Hendi menndorong masyarakat dan para pegiat lingkungan untuk bersama sama menyelesaikan pembangunan taman ecobrick sebagai Taman ramah lingkungan di kota Semarang.

” Dengan dimulainya pembangunan taman ini, masyarakat dan pegiat lingkungan bisa mengajak semua wargamya untuk bersama sama menyelesaikan pembangunan taman ramah lingkungan di kota Semarang,” kata Hendi usai meletakkan ecobrick pertama pembangunan taman ecobrick di area Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Semaramg, Kamis (17/12).

Hendi menyampaikan, jika pembangunan taman ecobrick merupakan sebuah komitmen dari masyarakat Kota Semarang.

“Dari marimas sudah memberikan 20 ribu ecobrick, kemudian dari DLH memberikan fasilitas lokasi yang dibantu dari masyarakat dalam pembuatan taman ramah lingkungan ini,” ungkapnya.

Ia berharap ecobrick bisa dikembangkan di lokasi lain. Disamping murah, ecobrick bisa mengatasi sampah plastik. “Yang terpenting ecobrick kekuatannya luar biasa. Sekuat material di tempat lain,” ujarnya.

Direktur PT. Marimas, Harjanto Halim mengatakan program ini merupakan misi bareng-bareng antara Marimas dan DLH Kota Semarang yang dibantu dari Proklim Purwokeling.

“Ini untuk menghentikan supaya plastik tidak berkeliaran dilingkungan. Dibuatnya taman ini sebagai pengingat kesadaran masyarakat yang penting melakukan ecobrick di rumah masing-masing,” kata Harjanto.

Dia pun berpesan, jika mempunyai botol plastik jangan dibuang. Karena botol plastik tersebut bisa untuk tempat membuang plastik bekas, seperti plastik permen, plastik tisu dan lainnya yang bisa dijadikan ecobrick.

“Taman ecobrick ini sebagai pengingat kesadaran masyarakat. Saya siap membantu jika ada masyarakat yang ingin membuat ecobrick,” tukasnya.

Sementara Kepala DLH Kota Semarang, Sapto Adi menyebutkan, sebelumnya, kegiatan sudah dimulai dengan menggelar workshop-workshop tentang pembuatan ecobrick pada kelompok masyarakat.

Sapto sendiri mentargetkan bulan April 2021 pembangunan taman ecobrick sudah selesai. Menurut sapto, dari bank sampah juga sudah berpartisipasi dalam pembuatan ecobrick.
“Siapa saja yang berpartisipasi membuat ecobrick, nanti kita buat list, kita akan beri penghargaan,” katanya.

Untuk diketahui, Ecobrick adalah metode untuk meminimalisir sampah dengan media sangkar botol plastik yang diisi dengan limbah anorganik (limbah yang tidak dapat diurai atau diurai) hingga benar-benar keras dan padat. (Amr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *