Banjir Di Pekalongan Belum Surut, Status Tanggap Darurat Diperpanjang

Daerah247 views

PEKALONGAN,kabarone.com- Status tanggap darurat banjir di Kota Pekalongan diperpanjang hingga 6 Maret 2021. Semula, status tanggap darurat seharusnya berakhir pada 20 Februari 2021.

Per Kamis (25/2) sebanyak 9 kelurahan di Kota Pekalongan masih tergenang air, yakni Kelurahan Pasirkratonkramat dan Tirto di Kecamatan Pekalongan Barat.

Selain itu, Kelurahan Panjang Wetan, Panjang Baru, Kandang Panjang, Padukuhan Kraton, Krapyak, Degayu, dan Bandengan. Ketinggian genangan air bervariasi, antara 30 sampai 60 sentimeter.

Jumlah pengungsi yang masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian sebanyak 2.351 jiwa, terdiri dari 1.547 jiwa di Kecamatan Pekalongan Barat, dan 804 jiwa di Pekalongan Utara. Sejak semalam, sebagian besar pengungsi berangsur pulang ke rumah masing-masing.

“Melihat situasi banjir yang masih melanda beberapa wilayah dan warga masih membutuhkan sehingga status tanggap darurat banjir tersebut harus diperpanjang 14 hari ke depan,” tegas Walikota Kota Pekalongan terpilih, HA Afzan Arslan Djunaid, usai mengecek Pompa Air Pabean, Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Utara, belum lama ini.

Menurutnya, perpanjangan status tanggap darurat bencana tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Status tanggap darurat dan penanganan banjir akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan situasi dan kondisi yang ada.

“Surat perpanjangan status tanggap darurat itu sementara ditandatangani Plh Walikota. Kemarin, kita sudah komunikasi dengan Pak Gubernur bahwa situasi tanggap darurat harus diperpanjang karena situasi masih banjir seperti ini,” jelasnya.

Aaf juga menyatakan, pompa air Pabean sempat dikeluhkan warga karena tidak berjalan secara optimal. Menurutnya, setelah banjir surut, Pemkot Pekalongan akan melakukan kerja bakti dan bersinergi semua lapisan masyarakat untuk membersihkan enceng gondok yang menutupi sungai Pabean tersebut.

“Tetapi ternyata kita survei bukan karena rusak namun disebabkan karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk disedot. Di mana air sungai melimpas dan banyaknya enceng gondok yang menutupi air sungai,” bebernya. (hms/amr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *