Tren Covid-19 Semarang Turun, Hendi Berharap Aktivitas Ramadhan Bisa Berjalan

Hankam377 views

SEMARANG,kabarone.com- Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi berharap tren COVID-19 di Kota Semarang bisa terus turun jelang Ramadhan 1442 H mendatang. Pasalnya saat ini penurunan angka kasus Covid-19 terus dicatatkan Kota Semarang, hingga 295 kasus. Penurunan tersebut cukup signifikan jika dibandingkan pada bulan Desember yang mencapai angka 1.100 kasus di Kota Semarang.

Harapan tersebut disampaikan oleh Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu, agar aktivitas Ramadhan di Kota Semarang bisa kembali dibuka. Untuk itu dirinya akan terus mengupayakan upaya penanganan COVID-19 di Kota Semarang dapat terus berjalan baik dan lancar, seperti misalnya terkait kesadaran masyarakat tentang protokol kesehatan masyarakat baik, hingga vaksinasi.

Jika rencananya tersebut berjalan lancar, Hendi pun tidak menutup kemungkinan akan adanya pembukaan aktivitas Ramadhan di Kota Semarang, seperti di tiga masjid besar yang ada, yaitu Masjid Agung Jawa Tengah, Masjid Kauman dan Masjid Baiturrahman.

“Insyaa Allah aktivitas Ramadhan tahun ini akan kita buka. Termasuk di Masjid Kauman, MAJT dan Masjid Baiturrahman. Kuncinya kesadaran masyarakat untuk disiplin menjaga protokol kesehatan tetap dijaga dan vaksinasi berjalan lancar,” tuturnya saat melakukan ziarah ke makam Ki Ageng Pandanaran Mugas, Kamis (18/3).

Sementara itu, terkait kegiatan ziarah yang dilakukannya, Hendi menyebutkan bahwa hal tersebut merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan oleh jajaran Pemerintah Kota Semarang, sekaligus untuk menyambut hari jadi Kota Semarang tanggal 2 Mei mendatang. Tak hanya itu, Wali Kota Semarang tersebut mengungkapkan kegiatan ziarah juga akan dilanjutkan pada hari Selasa, 23 Maret 2021 mendatang ke Makam Sunan Bayat di Klaten.

“Mengingat kondisi pandemi, kegiatan ziarah ini kami laksanakan khusus untuk internal Pemerintah kota Semarang sebagai wujud memperingati jasa besar para leluhur yang telah membangun Kota Semarang dari sebuah dusun kecil bernama Pragota,” ungkap Hendi.

Ki Ageng Pandanaran berjuluk Pangeran Made Pandan merupakan tokoh yang berperan besar dalam hadirnya Semarang. Beliau menjadi bupati pertama di Semarang yang juga tokoh penyebar agama Islam.

Di sisi lain, guna memberikan kenyamanan berziarah, tahun ini, Pemerintah Kota Semarang juga akan melaksanakan proses pembangunan makam Sholeh Darat yang ada di kawasan makam Bergota. Untuk itu, Hendi meminta doa dan dukungan warga masyarakat agar proses lelang yang saat ini sedang berjalan dan proses pembangunan nantinya dapat berjalan lancar.

Sebelumnya, lanjut Hendi, telah dilakukan pembukaan area parkir dengan pembongkaran tembok SMPN 10 guna menyiasati kendala parkir ziarah kubur dengan kendaraan besar di Bergota.**AMR/HMS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *