Keuchik di Aceh Utara Curhat ke Anggota Dewan Soal Penanganan

Daerah301 views

Aceh Utara, Kabar One – Keuchik dan imum mukim di Aceh Utara curhat terkait banjir yang sering melanda Kabupaten tersebut kepada Forum Bersama (Forbes) Anggota DPRA Daerah Pemilihan V (Aceh Utara dan Lhokseumawe) dalam kegiatan reses, di Aula Kantor Bupati setempat, beberapa waktu lalu.

Secara bergantian keuchik, imum mukim serta berbagai elemen sipil masyarakat menyampaikan aspirasi kepada Forbes DPRA yang dihadiri 10 dari 12 orang.

Mereka adalah Tarmizi Panyang, Mawardi (Tgk Adek), Ismail A Jalil SE (Ayahwa), Saiful Bahri (Pon Yahya), Drh Mukhtar Daud, Armiyadi SP, Fakhrurrazi (F Rozi), Drh Nuraini Maida, Tantawi, dan Ridwan Yunus.

Selain itu, juga hadir Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, Keujruen Blang, dari ulama, pimpinan dayah dan elemen sipil lainnya, termasuk Ketua Advokat Kongres Indonesia (KAI) Aceh Utara, T Hasansyah SH.

Dalam pertemuan itu, keuchik mempertanyakan minimnya dana penanggulangan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sehingga ketika terjadi bencana, instansi terkait tidak menangani secara darurat, Keuchik juga meminta supaya dana otsus dapat dikelola di tingkat kabupaten.

Dari puluhan perwakilan keuchik dan imum mukim yang mendapat kesempatan menyampaikan aspirasi, mereka meminta supaya Forbes dapat memperjuangkan pembangunan tanggul sungai dan normalisasi sungai untuk pencegahan banjir di Aceh Utara.

“Kami berharap semua anggota DPRA dari dapil lima tersebut tidak mengalihkan dana pokirnya ke tempat kabupaten lain,” ujar Ketua Pengurangan Risiko Bencana Aceh Utara, Tgk Zulfadhli.

Sementara Perwakilan Keuchik dari Tanah Luas, M Nur Ibrahim menyampaikan agar Forbes dapat memperjuangkan agar suplai irigasi ke sawah masyarakat tidak terkendala.

Ketua KAI Aceh Utara, T Hasansyah SH menyarankan kepada anggota DPRA dan Pemkab supaya dapat merancang program untuk penanganan banjir.
Apalagi, APBA memiliki banyak dana, tapi sayangnya tidak dimanfaatkan, sehingga setiap tahun APBA harus dikembalikan ke Pemerintah Pusat.

Sementara Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf menyampaikan agar camat ke depan dapat mengadakan pertemuan dengan warga untuk menerima aspirasi masyarakat.

“DPRA hadir ke sini untuk menampung aspirasi dari masyarakat, dan kemudian dapat diperjuangkan agar program yang diusulkan dapat direalisasi,” katanya.

Ketua Forbes DPRA Dapil V, Tarmizi menanggapi curhat keuchik dan imum mukim menyampaikan setelah menerima keluhan dari masyarakat, akan dirapatkan untuk dapat diperjuangkan nantinya pada tahun berikutnya.

“Semua usulan yang disampaikan tersebut tercatat,” ujar tutupnya.(*fadhil).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *