Perantau Asal Pemekasan Sakit Di Kotabaru Dapat Perhatian Dari PWI Kotabaru

Daerah92 views

KOTABARU,kabarOne.com- Perantau asal Pemekasan sejak tiga bulan lalu, untuk sementara menyetop rutinitas kesehariannya sebagai pedagang pentol (Cilok) karena harus menjalani penyembuhan.

Ia adalah Muniri (36) yang menjalani masa penyembuhan paska operasi karena menderita sakit diabetes akut akibat kecelakaan tunggal tiga bulan lalu, namun kondisi bapa dua anak ini sudah mulai membaik.

Muniri tinggal di sebuah rumah kontrakan di Jalan Tirawan, Desa Baharu Utara, Kecamatan Pulaulaut Sigam, Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan.

Saat dikunjungi di rumah kontrakannya, perantau asal Dusun Sumberwangi, Desa Bandaran, Kecamatan Pelanakan, Kabupaten Pemekasan, Provinsi Jawa Timur hanya tergolek di sebuah kasur tipis.

Terlihat dengan bola mata berkaca-kaca, Muniri menerima bantuan sembako dan sejumlah uang dari Ketua PWI Kotabaru sambil memberikan motivasi dan semangat kepada ayah dua orang anak tersebut.

Kaki kanan Muniri sempat mengalami pembusukan akibat menderita sakit diabetes, sehingga harus diamputasi agar tidak merebet ke lain.

Untuk diketahui, Muniri menjalani operasi amputasi pada 3 Mei 2023 lalu di RSUD Pangeran Jaya Sumitra (PJS). Proses praoperasi, Muniri dibantu pengurus PWI Kotabaru mulai dari pengurusan administrasi hingga mobilisasi ke RSUD.

Rahmawati istrinya sempat menolak dengan tindakan medis (amputasi), namun akhirnya menerima, karena melihat kondisi kaki kanan suaminya semakin hari semakin mengkhawatirkan.

Bermuala saat Muniri berjualan pentol keliling dan mengalami kecelakaan tunggal dan luka di bagian kaki kanan sekitar lutut.

Diberikan perawatan mandiri oleh keluarga karena dirasa hanya luka lecet biasa, sebaliknya setelah beberapa hari kondisi kaki kanan Muniri justeru mengalami pembusukan.

Ketua PWI Kotabaru Ahmad Nurahsin Q mengatakan, bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian organisasi PWI kepada sesama yang memerlukan bantuan.

Bantuan yang di berikan berupa dua karung beras ukuran 5 kilogram, gula pasir, minyak goreng, teh, susu, sirup dan beberapa jenis bantuan lainnya.

Menurutnya, bantuan sembako dan sedikit uang diserahkan kepada Muniri diharapkan bisa meringankan sedikit bebannya sebagai tulang punggung keluarga, ujar Ketua PWI Kotabaru, Kamis 25/5/2023.

Ahmad mengakui belum bisa memberikan bantuan secara optimal karena organisasi PWI tidak punya anggaran dan operasional khusus.

“Mudah-mudahan saja ke depannya kegiatan sosial dilakukaj PWI Kotabaru bisa lebih maksimal,” harapnya.(HRB)

By; Herpani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *