Perlu di Pertanyakan ijin STAR COCO Premium Natural Coconut Coal Milik Mr. Kamal Warga Negara Timur Tengah

Hukum62 views

LAMONGAN,Kabar One.com – Berdiri dan beroperasi, perusahaan penggilingan arang (briket arang) berlabel STAR COCO Premium Natural Coconut Coal diakui milik Mr. Kamal warga negara Timur Tengah (arab) yang terletak di Desa Sendangrejo, tepatnya jalan raya provinsi Babat-Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Jawa Tumur, izinnya patut dipertanyakan.

Hal itu diperkuat dengan hasil pantauan sejumlah awak media di lokasi perusahaan tidak ditemukan adanya pemasangan papan nama didepan yang menunjukkan nama PT., ada sekitar 6 pekerja perempuan di bagian penggilingan dan 9 orang laki-laki begitu juga bagian pengemasan, diduga abaikan kesehatan dan keselamatan pekerja (K3).

Pasalnya, beberapa para pekerja pembuatan briket arang tidak di fasilitasi dengan alat pelindung diri (APD) seperti tidak menggunakan sepatu Boot (sepatu septi), masker dan sarung tangan saat melakukan aktivitas kerja penggilingan arang maupun pekerja lain yang ada di pabrik tersebut.
Sabtu (03/06).

Diketahui sebelumnya perusahaan tersebut disuplay bahan baku arang mentah dari Desa Girik dengan 3 titik pembakaran di Dusun Gandang 2 titik 1 titik di Dusun Girik Desa Girik serta pengumpulan bahan baku di Dusun Cerme Desa Girik.

Untuk lokasi gudang penapungan lainnya pengiriman arang dari Kediri ke Desa Ngimbang Kecamatan Ngimbang Mr. Ikhsan juga warga negara arab yakni partner 3 orang warga negara Timur Tengah (arab) yang berbisnis briket arang di Lamongan.

Lanjutnya, untuk tempat penggilingan arang mentah di Desa Ardirejo Kecamatan Sambeng milik warga pribumi bernama khoirul orang kepercayaan Mr. Kamal.

Namun demikian diketahui, perusahaan penggilingan arang menjadi briket arang label STAR COCO Premium Natural Coconut Coal dengan kemasan kardus karton warna rumput teki dan warna cokelat milamin 1 KG, 25 mm, 72 Kubes dalam satu kartonya berisi 10 KG, 720 Cubes,” ujar warga setempat yang tak mau dipublikasikan namanya.

Ditempat yang sama, saat awak media melakukan konfirmasi kepada Mr. Kamal salah satu Owner (pemilik) perusahaan dengan berbahasa arab dia melimpahkan kepada, sebut saja pak Ndut (Khoirul) selaku orang kepercayaannya mengatakan bahwa dirinya tak tahu menahu karena hanya karyawan biasa.

“Saya tidak tahu mas, karena saya hanya pekerja bisa,” katanya singkat lalu beranjak pergi, kemudian datang lagi ke pabrik bersama satu orang tak diketahui siapa.

“Kalau terkait perizinan, sebelumnya juga pernah ditanya sejumlah awak media soal izin perusahaan tersebut, pak Ndut sapaan akrab Khoirul waktu itu bilang, tidak pakai izin-izinan dengan bahasa kurang bersahabat,” tambahnya.

Sementara hal senada juga dikatakan Ashari yang diketahui sebagai tangan kanannya perusahaan. Saat ditanya soal regulasi perusahaan tersebut, kata Ashari, untuk bahan baku arang mentah ini di suplay dari kediri,” katanya.

Selain itu, hasil.penggilingan arang menjadi briket arang tersebut di diekspor ke sejumlah negara diantaranya hongkong, cina dan didominasi ekspor ke negara timur tengah, disampaikan Ashari, untuk jumlah pengiriman berkisar kurang lebih 3 Ton per bulannya. Untuk apa briket arang tersebut di ekapor kebanyakan ke Timur Tengah, “Untuk rokok,” jawabnya.

Dari pantauan awak media pabrik tersebut juga menyimpan hasil produk briket yang siap kirim yang diduga kelasnya internasional ini sudah produksi sendiri sejak 1 tahun lebih.(****).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *