PN Jepara Kabulkan Kesimpulan Eksepsi Sutopo Law Firm Terhadap Notaris dan PPAT Debby

Hukum590 views

Jakarta Kabarone.com,-Pengadilan Negeri (PN) Jepara, Jawa Tengah menolak seluruhnya gugatan perbuatan melawan hukum yang ditujukan kepada Tergugat Debby Notaris dan PPAT yang berkantor di Jalan Yos Sudarso Jepara, Jawa Tengah. Majelis Hakim mengabulkan kesimpulan eksepsi yang disampaikan Kuasa Hukum Tergugat satu Anro Manurung SH.

Aihisanro Sabastian alias Anro Manurung SH, dari Kantor Hukum Sutopo Law Firm Kuasa Hukum Tergugat mengapresiasi putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jepara, yang menyatakan menolak gugatan Penggugat Kasmadi dalam perkara perdata No.37/Pdt.G/2023/PN Jpa, terhadap Notaris dan PPAT Debby, berkantor di Jalan Yos Sudarso Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Berdasarkan putusan PN Jepara yang dikutip Media ini dari e-Cort Pengadilan Negeri (PN) Jepara, dalam amar putusan Majelis hakim pada Rabu 22 November 2023 menyebutkan, Mengadili dalam Eksepsi, mengabulkan eksepsi Tergugat satu dan Tergugat dua.
Sementara dalam pokok perkara disampaikan,
1. Gugatan Penggugat tidak dapat diterima (niet ontvankelijke)
2. Menghukum Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 368.500.00,- (Tiga Ratus Enam Puluh Delapan Ribu Lima Ratus Rupiah).

Menyikapi putusan tersebut, kuasa hukum Tergugat Sutopo Law Firm Direktur Aihisanru Sabastian Manurung SH, pada eksepsinya mengatakan, Majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara aquo tersebut, dalam putusannya tidak sependapat dengan gugatan Penggugat namun sependapat dengan kesimpulan eksepsi Tergugat.
Oleh karena itu, pertimbangan majelis hakim telah sesuai dengan dalil dalil bantahan atau eksepsi yang disampaikan Tergugat satu.

Dalam perkara tersebut, kesimpulan eksepsi yang kami sampaikan dapat meyakinkan majelis hakim, dimana Tergugat tidak melakukan perbuatan melawan hukum sebagaimana disampaikan dalam gugatan, sehingga sudah sepatutnya Majelis hakim menolak seluruhnya gugatan Penggugat.
“Tergugat satu hanyalah membuat perjanjian pengikatan jual beli tanah sesuai permintaan para pihak. Dalam hal ini Putusan tersebut telah memberikan perlindungan hukum terhadap Notaris dan PPAT yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan pekerjaannya. Atas putusan tersebut, Anro Manurung mengucapkan terima kasih,”.

Dalam keterangan Persnya, Aihisanru Manurung SH menyampaikan, banyaknya pejabat Notaris dan PPAT yang memiliki kejujuran dan integritas tinggi namun digugat oleh pihak pihak untuk menuntut balik. Pada hal pejabat Notaris dan pembuat akta tanah tersebut telah melaksanakan Tugas dan Fungsinya sesuai dengan aturan yang berlaku.

Menurut Anro Manurung yang berkantor di Jalan Kelapa Muda N0 165, Jagakarsa, Jakarta Selatan itu berpendapat bahwa putusan Majelis hakim PN Jepara merupakan bentuk perjuangan bagi Notaris yang jujur dan berintegritas tinggi dalam menjalankan tugasnya. Tidak perlu takut terhadap tuntutan pihak pihak yang mencoba coba melemahkan kedudukan dan martabat Notaris dan PPAT.

Tidak dapat dipungkiri bahwa, beberapa masalah hukum yang melemahkan Notaris dan PPAT acap kali terjadi di Negara Kesatuan Republik Indonesia, sehingga berdampak pada lambatnya percepatan pembangunan. Sebagaimana dialami ibu Debby Ekowati (Notaris Jepara) merupakan salah satu pejuang Notaris dan PPAT yang konsisten pada kebenaran.

Pihaknya mengutus Sutopo Law Firm Aihisanro S Manurung SH, dari Jakarta ke PN Jepara menangani gugatan yang diterimanya. Dimana pada kenyataannya Anro Manurung dapat membuktikan bahwa gugatan Penggugat dibatalkan seluruhnya oleh Majelis hakim PN Jepara, ucapnya 4/12/2023.

Dalam perkara tersebut Kasmadi menggugat tiga Tergugat yakni Notaris Debby Ekowati selaku Notaris dan PPAT tergugat satu, Liem Tjoeng alias Monarno tergugat dua dan Bambang Sugiarto. Dalam pokok perkara tersebut Penggugat disebutkan sebagai pemilik tanah seluas 29.450 m2, sesuai kepemilikan hak tanah berlokasi di Kabupaten Jepara.

Tergugat satu selaku Notaris PPAT, disebutkan telah membuat Akta perjanjian pengikatan jual beli antara Penjual dengan calon pembeli sesuai akta no.12 tanggal 20 Agustus 2022. Menurut gugatan bahwa Tergugat satu telah merancang terlebih dahulu membuat akta perjanjian jual beli tanah tersebut antara Tergugat dua dan Tergugat tiga.

Namun menurut majelis hakim, dalil dalil gugatan Penggugat tidak dapat di terima karena menyangkut perkara tersebut masih ada perkara yang lain yang objek perkaranya sama dengan perkara yang diajukan Penggugat. Dimana perkara tersebut masih berproses hukum di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung.

Penulis : P.Sianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *