PN Jakut Vonis 8 Tahun Penjara WNA Uzbekistan Kasus Pembunuh Densus 88 Polri dan Pegawai Imigrasi

Hukum272 views

Jakarta Kabarone.com,-Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), pimpinan majelis hakim Lebanus Sinurat, didampingi hakim anggota Deni dan Maskur, menjatuhkan hukuman selama 8 tahun penjara terhadap dua terdakwa Warga Negara Asing (WNA) asal Uzbekistan.

Kedua terdakwa dihukum lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Subhan Noor Hidayat, yang sebelumnya menuntut terdakwa selama 10 tahun penjara. Dalam pembuktian persidangan atas perbuatan terdakwa majelis hakim sependapat dengan JPU yang menyatakan, bahwa kedua terdakwa telah terbukti bersalah secara sah meyakinkan melakukan pengeroyokan terhadap dua orang korban yaitu anggota Densus 88 Polri dan pegawai Imigrasi hingga meninggal dunia.

Pelaku Warga Negara Uzbekistan tersebut yakni ;
Terdakwa 1. Olimjon Makhmudov Mukhtar Ugli (28) pemilik paspor No.FA0820493, warga negara Uzbekistan, tinggal di UI Timur Malik 8/12, Distrik Yunus Abad Tashkent Uzbekistan.

Terdakwa 2. Murodjon Rakhimov Ibrokhimjon Ugli (27), pemilik Paspor No.FA0997738, warga negara Uzbekistan, tinggal di UI Elaton 56 Kokand, Fergana Region, Uzbekistan.

Terdakwa 3. Bekhzod Baytoev Anorbek Ugli, WNA Uzbekistan (meninggal dunia). Ketiga nya masih bersaudara (brothers).

Dalam putusan majelis hakim disampaikan, bahwa perbuatan para terdakwa terbukti bersalah melanggar hukum sebagaimana dakwaan Pasal 170 KUHP, tentang pengeroyokan yang mengakibatkan dua korban aparat negara meninggal dunia, yakni anggota Densus 88 Polri Dhendri Ahmad Septian dan Dikky Firsthio Dammas pegawai Imigrasi di kantor Imigrasi Kelapa Gading.

Menurut majelis hakim, berdasarkan fakta persidangan, dilengkapi dengan alat bukti, barang bukti, keterangan saksi saksi, keterangan terdakwa serta keterangan Ahli telah bersesuaian dengan kejadian yang berlangsung di kantor Imigrasi Kelapa Gading Jakarta Utara. Oleh karena itu, terhadap perbuatan terdakwa patutlah diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya. ujar majelis hakim, 21/12/2023.

Berdasarkan fakta yang terungkap dalam persidangan bahwa kronologis kejadian berlangsung sebelum melakukan pengeroyokan terhadap korban. Mereka berempat yang satu bernama Bakhrom Jom Azizov hanya saksi, bersama sama dititipkan dalam waktu tertentu oleh Satuan Anti teror Densus 88 Polri disel Rumah Detensi Imigrasi (Denim) Lt 5 kantor Imigrasi Kelas 1 TPI, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Para terdakwa ditangkap Densus 88 Polri di berbagai lokasi wilayah hukum Indonesia April 2023. Penangkapan dilakukan karena diduga terkait atau terafiliasi dengan jaringan terorisme paham ISIS di negara Suriah. Sementara visa tinggal di Indonesia sudah berakhir (Overstay), sehingga dititipkan di sel tahanan Imigrasi Kelapa Gading.

Pada saat ditahan di sel Imigrasi, ke empat warga Uzbekistan itu sempat dikunjungi petugas Konsulat Uzbekistan. Lalu petugas Konsulat memberitahukan bahwa mereka berempat akan dipulangkan (dideportasi) ke Uzbekistan pada 26 April 2023, dengan alasan pernah berkunjung ke negara Suriah selama 4 bulan.
Setelah akan dideportasi terdakwa 1 Olimjon bersama terdakwa 2 Murodjon, saksi Azizov dan Alm Behzod, diberitahukan petugas Konsulat akan dihukum berat di negara Uzbekistan. Oleh karenanya, Behzod (Alm) berniat untuk melarikan diri dan mengajak tahanan lainnya. Dengan alasan kalau tidak melarikan diri maka akan dideportasi dan berpikir akan hukuman berat di negaranya, lalu mereka berniat kabur lewat plafon kamar mandi kantor Imigrasi Kelapa Gading.

Sekitar jam 3.30 wib tanggal 10 April 2023, para terdakwa bangun tidur dan memberitahukan kepada saksi Azizon, bahwa mereka akan kabur. Azizon diajak kabur namun tidak mau karena sedang mengalami demam. Selanjutnya ketiga terdakwa menaiki plafon kamar mandi dengan menginjak ember, naik ke plafon dan berpindah ke kamar sebelah yang kosong, ungkap JPU.

Setelah berpindah kamar lalu terdakwa 2 Murodjon menyuruh terdakwa lain mengambilkan pisau putih gagang hitam dari dalam tas yang terletak di kamar tersebut, untuk digunakan mencongkel gembok pintu tahanan supaya terbuka. Setelah pintu tahanan terbuka, terdakwa turun ke Lt 4 gedung kantor Imigrasi dan melihat anggota Polisi satu orang duduk di kursi Sofa.

Ketiga terdakwa menuju pintu ruang jaga mendekati korban anggota Densus 88 dan langsung mencekik leher Dhendri Ahmad Septian dari belakang. Korban langsung teriak lalu petugas jaga yang lain dari lt 3 naik ke lt 4 untuk membantu korban Dhendri Ahmad S. Dhendri meninggal dunia lalu terdakwa melakukan penyerangan juga terhadap petugas lain dan terjadi keributan. Dalam keributan di ruang Detensi Imigrasi tersebut, terdakwa melakukan penusukan dengan pisau kepada korban pegawai Imigrasi Dikky Firsthio Dammas. Penyerangan juga terhadap saksi Supriyatna, M.Naufal, Fery Alamsyah, Yori Sujiarta Utama, Suhaidi, Rakan Wiratmaja.

Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading Jakarta Utara, namun nyawa Dhendri Ahmad Septian (Anggota Densus 88) dan Dikky Firsthio Dammas (petugas Imigrasi Kelapa Gading) tidak tertolong. Usai pembacaan putusan terdakwa 1 langsung mengajukan upaya hukum banding.

Penulis : P.Sianturi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *