Bocah Terseret Arus d Kali Wonotingal Semarang Ditemukan Meninggal di Kendal

Hukum379 views

KABARONE COM, SEMARANG – Setelah tiga hari pencarian, akhirnya Muhammad Nur Alif Purnomo (9) bocah asal Pasar Kagok RT.08 RW 05 Kelurahan Wonotingal, Kecamatan Candisari Kota Semarang yang hanyut di saluran air Kel.Wonotingal akhirnya membuahkan hasil

Korban ditemukan di wilayah Kabupaten Kendal dan dievakuasi oleh tim sar gabungan dalam kondisi meninggal, Sabtu (13/01/24).

“Sekitar pukul 11.55 korban berhasil ditemukan kurang lebih 3 Nautical Mile dari pantai Ngebum Kabupaten Kendal atau sekira 15 KM dari lokasi awal kejadian” terang Heru Suhartanto, S.H selaku Kepala Kantor SAR Semarang.

“Korban ditemukan dalam keadaan terapung ditengah laut yang selanjutnya dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kab. Kendal oleh tim SAR gabungan” tambahnya

Korban terseret arus

Seperti diketahui, sebelumnya pada hari Kamis, 11 Januari 2024 sekitar pukul 14.30 wib korban dan beberapa teman sebayanya sedang bermain prosotan air di saluran air selepas hujan deras. Dikarenakan arus air yang deras sehingga menyebankan korban terseret arus, warga sempat mendengar teriakan minta tolong, namun nahas korban hanyut terbawa arus.

Dengan diketemukannya korban, maka operasi sar ditutup dan seluruh tim sar gabungan dikembalikan ke satuannya masing-masing.
“Kami menghimbau untuk selalu waspada dengan curah hujan yang tinggi.
Apabila menemui kondisi yang membahayakan jiwa manusia, segera hubungi basarnas di 115/024-7629192. Pelaksanaan operasi sar tidak dipungut biaya alias gratis” pungkas Heru

Himbauan Pemerintah kota Semarang

Sementara itu , Pemerintah Kota Semarang melalui Sekretaris Daerah Iswar Aminudin yang terus mengikuti dengan meninjau secara langsung perkembangan proses pencarian korban di lapangan hingga diketemukannya korban hari ini menyampaikan terima kasih kepada semua masyarakat dan stake holder yang terlibat.

“Alhamdulilah hari ini korban ananda Alif sudah diketemukan, ini adalah upaya bergerak seluruh unsur yang terlibat didalamnya.Tentunya kami mengucapkan banyak terima kasih dan seoerti informasi dari keluarga korban bahwa korban akan segera dimakamkan. Kami atas nama pribadi dan Pemerintah kota Semarang turut berduka cita kepada keluarga ananda Alif,” ucap Iswar.

Atas peristiwa tersebut, Iswar kepada masyarakat Semarang menghimbau agar pada musim penghujan seperti saat ini terus memperhatikan kembali kondisi sungai dan meningkatkan pengawasan kepada anak anaknya terlebih saat intensitas hujan cukup tinggi.

” Kami berharap kepada orang tua untuk dapat mengawasi putra putrinya, apalagi intensitas hujan cukup tinggi,jangan ada putra putri kita yang bermain di area sungai. Kita tidak ingin dan jangan sampai kemudian anak anak kita jadi korban,” pintanya.

penulis : amr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *