Indonesia Emas 2045: Perspektif Ketua Umum DPP IMM Abdul Musawir Yahya

Ragam112 views

Palembang ,Kabar One.com– Muktamar ke-20 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) yang dihelat di Komplek Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan (1-3 Maret 2024) kali ini mengangkat tema “Bersatu Menuju Indonesia Berdaulat”.

Pembukaan Muktamar IMM ke-20 sukses dihadiri dan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia pada Jumat (01/03/2024) di Main Dining Hall, Jakabaring Sport City, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan

Ketua Umum DPP IMM, Abdul Musawir Yahya menyampaikan pandangan dan harapan terhadap masa depan Indonesia, terutama mengenai peran generasi muda dalam mencapai Indonesia Emas tahun 2045.

Menurut Abdul, Indonesia sedang menghadapi era penting menuju Indonesia Emas tahun 2045. Di tahun 2030, Indonesia diperkirakan akan mengalami puncak bonus demografi, di mana penduduk usia produktif (15-60 tahun) diprediksi mencapai 190 juta atau 69,3% dari total populasi.

Abdul menekankan pentingnya mengelola potensi ini dengan baik, karena dapat menjadi modal penting dalam mencapai Indonesia Emas 2045 dan meningkatkan peringkat Indonesia menjadi negara maju. Namun, jika gagal mengelola, dapat terjadi petaka demografi dengan berbagai permasalahan sosial yang muncul.

Abdul juga menyoroti perubahan budaya yang didorong oleh kecepatan teknologi informasi saat ini. Menurutnya, perubahan budaya ini harus dipandu oleh kewarasan dan sikap bijaksana. Hal ini penting agar nilai-nilai agama dan kebudayaan bangsa tetap menjadi landasan dalam kehidupan bernegara, dan Indonesia dapat menjadi simbol peradaban maju.

“Problem kebangsaan hari ini tidak boleh lepas dari perhatian kaum muda, termasuk generasi muda yang ada di IMM. Oleh karena itu, upaya sistematis perlu dilakukan oleh negara dan masyarakat, termasuk generasi muda, untuk meningkatkan peluang Indonesia menjadi negara maju ke depan,” ungkap Abdul.

Dalam penutup sambutannya, Abdul menegaskan bahwa Indonesia harus dapat merespon dengan cepat dan memastikan strategi yang tepat sehingga mampu mengambil keuntungan dari perubahan dunia, bukan sebaliknya kalah oleh perubahan. Ia juga menekankan pentingnya nilai-nilai agama dan kebudayaan dalam memandu kehidupan bernegara, sebagai simbol peradaban maju.

Sambutan Abdul ini mencerminkan pentingnya peran generasi muda, termasuk generasi muda di IMM, dalam mencapai Indonesia Emas 2045. “Dengan mengelola potensi bonus demografi dengan baik, serta memandu perubahan budaya dengan kewarasan dan sikap bijaksana, Indonesia dapat menjadi negara maju dan simbol peradaban maju di dunia,” Pungkas Abdul.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si menyampaikan syukur pembukaan Muktamar akhirnya terlaksana dan pertama kali dihadiri oleh Presiden RI. Muktamar IMM XX ini diharapakan menjadi Muktamar yang lancar aman dan damai dan menghasilkan keputusan terbaik.

Bangsa Indonesia perlu bersatu kembali dalam proses demokrasi. Persatuan Indonesia merupakan value yang harus menjadi bingkai dalam berbagsa dan bernegara. Seperti halnya air dan minyak yang pada dasarnya susah untuk bersatu. Alhamdulillah Indonesia yang majemuk itu bisa bersatu dalam proses sejarah yang panjang.

Hal ini juga karena kearifan tokoh bangsa dari fase ke fase dan semangat moderat seluruh warga bangsa dari berbagai keragamannya untuk menjaga persatuan dan kesatuan sekaligus mengelola perbedaan dengan baik.

“Kaum muda harus dapat merawat persatuan dan kesatuan yang telah dibangun hingga saat ini. Maka merawat persatuan dan kesatuan hari ini bagi kaum muda merupakan tugas mulia. Perlu lapang hati sedalam jiwa yang dimiliki. Karena perbedaan adalah bunga demokrasi yang tidak boleh dirusak,” terangnya.

“IMM sebagai generasi intelektual Muhammadiyah yang memiliki cita-cita membangun umat dan bangsa harus mempersiapkan diri sebaik mungkin, dan tidak boleh merasa segalanya sempurna, segalanya mapan. IMM harus merancang masa depan yang abadi dengan modal kesalehan berbasis iman dan takwa, cerdas berilmu, mandiri, peran sosial yang tinggi, penghidmatan yang tulus untuk bangsa dan negara,” ujarnya.

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo mengatakan menghadiri kegiatan Muktamar IMM ke-20 ini, sebab IMM merupakan organisasi yang sangat penting. Beliau mengpresiasi peran aktif seluruh kader IMM dalam menjalankan agenda kebangsaan. Termasuk dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 yang pemilihnya 56 persen atau 113 juta orang itu generasi milenial dan Z.
Kondisi politik dan landscape ekonomi global sudah berubah. Hal ini karena adanya disrupsi teknologi hingga membuat interaksi sosial juga berubah.

Jokowi menegaskan bahwa Indonesia harus melakukan hirilisasi apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia ingin melompat terus lebih baik kedepannya.

“Kenapa saya capek-capek datang ke Palembang ini? Karena IMM itu adalah organisasi penting dan acara Muktamar IMM juga sangat penting. Maka, saya putuskan saya datang,” ujar Jokowi.

“Menurut saya anak muda Indonesia tidak apatis terhadap politik, justru pemuda punya kemauan besar untuk kontribusi bagi kemajuan bangsa. Kita tau geopolitik global saat ini sulit untuk dihitung, sangat sulit dikalkulasi, ekonomi global juga sama, ketidakpastiannya sulit dikalkulasi. Dalam lompatan pertumbuhan ekonomi Indonesia harus melakukan hirilisasi,” jelas Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi membuka acara Muktamar IMM Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang Raja Juli Antoni, Pj. Gubernur Sumatra Selatan Agus Fatoni, dan Ketua DPP IMM Abdul Musawir Yahya.

Turut hadir juga Pimpinan Wilayah Sumatera Selatan, PW Aisyiyah, Rektor UM Palembang, Rektor IKesT Muhammadiyah Palembang, Direktur RS. Muhammadiyah Palembang, Ketua STKIP Muhammadiyah OKU Timur, Ketua STKIP Pagar Alam, Organisasi Otonom Muhammadiyah se-Sumsel, AUM se-Sumsel, PW IPM, PW Pemuda Muhammadiyah, OKP Se-Sumsel dan Oganisasi Kepemudaan dan Mahasiswa, Cipayung Plus.

Kegiatan Pembukaan Muktamar IMM ke-20 tersebut dimeriahkan penampilan Paduan Suara SMA Muhammadiyah 6 Palembang, Tim Tari dari SMA 6 Muhammadiyah Palembang, Penampilan Jingle Muktamar oleh UMSU Band, Penampilan Tari Nusantara dari Sanggar Tari Rumah Elok, dan Hiburan-hiburan lain oleh Suara Surya UMSU. (Prely)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *