Jakarta,Kabar One.com – Pekerjaan Nomalisasi Saluran Jl. Cempaka Putih Barat XIX dan Cempaka Putih Barat II, Kel. Cempaka Putih Kec. Cempaka Putih Jakarta Pusat diduga tidak sesuai spesifikasi.
Pekerjaan konstruksi saluran Cempaka Putih Barat XIX dan Cempaka Putih Barat II bernilai Miliar Rupiah layak ditelusuri dan dibongkar ulang .
Paslnya, Anggaran yang bersumber dari APBD DKI tahun anggaran (TA) 2024 tersebut dinilai tidak terserap dengan baik sesuai kontrak.
Ada indikasi pengerjaan proyek saluran tersebut tidak sesuai spesifikasi, demikian ditegaskan Kampanye Sitanggang penggiat anti korupsi dari NGO Jalak kepada wartawan.
Hasil penyelusuran Lembaga Swadaya Masyarakat Non Governmnet Organization Jaring Pelaksana Antisipasi Keamanan (NGO Jalak) medapat informasi dari sejumlah warga sekitar yang menyebut ada dugaan dan kuat dugaan pegerjaan konstruksi saluran tidak menggunakan lantai kerja.
Sebab, katanya, boleh dilihat sewaktu mengerjakan proyek terkesan tergesa-gesa menutupi kekurangan yang terjadi.
Selain itu, pengawasan pelaksanaan proyek sangat lemah Konsultan Pengawas serta pengawas internal dari Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakrta Pusat diduga jarang ada di lokasi proyek, sehingga pelaksa leluasa bekerja sesuai kemauannya.
Kuat dugaan pemasangan pasir urug setebal 5 cm tidak dilaksanakan. Proyek pekerjaan yang diduga dilaksanakan PT. Damai Indo Sejahtera(SIS) dan PT. Moksha Samsara Loka (MSL) itu layak dibongkar kembali.
“Kalau dilihat dari pelaksanaan kerja di lapangan, proyek tersebut layak dibongkar kembali karena diduga tidak semua pasir urug di pasang pada bantalan U-Ditch,” tegas Kampanye s.
Padahal, ungkapnya, dalam spek e-katalog, harus dipasang 5 Cm. “Hal ini yang membuat pekerjaan itu tidak maksimal, sehingga ada dugaan korupsi untuk memperkaya diri sendiri,” ujar Kampanye lagi.
Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Pusat, Mustajab saat konfirmasi melalui pesan Whatsapp terkait saluran tetsebut, Mustajab mengatakan
Terimakasih, info yang disampaikan, sepertinya sudah dilakukan pembobokan sesuai aliran air. (Red)
(Redaksi)