Bupati Lamongan Resmikan Desa Balun Sebagai Desa Wisata Religi

Daerah, Regional640 views

Kabarone.com,LAMONGAN – Memiliki potensi besar, Desa Balun, Kecamatan Turi, kini telah di sahkan dan diresmikan sebagai Desa Wisata Religi wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

“Kita melaunching agar lebih meningkat terus kebersamaan, desa wisata dan Desa Pancasila. Kita launching karena kita siarkan, siar budaya dan siar tradisi untuk launching kita sampaikan keluar,” kata Bupati Lamongan Fadeli usai meresmikan Desa Balun sebagai Desa Wisata Religi, mengatakan, Desa Balun, di lapangan desa, Sabtu, (27/4/2019).

Ia berharap, dengan diresmikannya Desa Balun sebagai Desa Wisata Religi ini, warga Lamongan semakin sadar untuk mengembangkan potensi wisata sebagai harapan pendapatan untuk memajukan daerah.

“Inilah yang menjadi ikon-nya Lamongan, salah satunya di Desa Balun ini yang memang perlu terus kita angkat. Dengan harapan potensi yang kita kembangkan ini bisa menjadi ikon atau kekuatan yang ada di desa ini, menjadi inspirasi di desa-desa lain. Ikon-nya Lamongan terus bertambah lagi, desa-desa wisata bertambah lagi, menginspirasi desa-desa yang lain,” ucap Fadeli.

Fadeli mengatakan, Desa Balun, yang punya sebutan Desa Pancasila ini, tak hanya sebatas menjadi ikon Lamongan saja, dengan harapan bisa menjadi percontohan di Jawa Timur dan secara nasional.

“Kita tunjukkan Desa Balun ini menjadi ikon-nya Agama-agama dan kebersamaannya. Kita bayangkan, di sini ada Masjid, di depannya ada Gereja, di sebelahnya ada Pura, tapi bisa hidup berdampingan, guyup, rukun, bahkan lebih rukun daripada di tempat lain,” tuturnya.

Peresmian Desa Balun sebagai Desa Wisata Religi yang di inisiasi mahasiswa Universitas Bhayangkara (Ubara) yang sedang menjalani KKN Tematik, dikatakan Fadeli, memiliki potensi besar untuk menggaet wisatawan.

“Ini juga untuk menggali potensi yang ada di Kabupaten Lamongan, dari hasil teori-teori yang diajarkan di kampus, dipraktekkan di sini. Dari mahasiswa yang KKN di sini, utamanya untuk meningkatkan kualitas kita, Kabupaten Lamongan yang sebetulnya sudah baik dan sudah ada,” ujar Fadeli.

Sementara itu, Brigjen Pol (purn) Edy Prawoto, Rektor Ubhara, peresmian Desa Balun sebagai Desa Wisata Religi ini, tidak hanya mengembangkan budaya dan tradisi di Desa Balun, tetapi menjadi tonggak kebangkitan ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat Desa Balun.

“Kalau saat ini mungkin aspek budayanya lebih dulu, tapi nanti akan berkaitan dengan aspek ekonomi. Jadi dari aspek ekonomi itu akan menjadi daya ungkit desa ini yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat,” ujar Edy.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Balun, Khusyairi berharap, budaya atau potensi yang dimiliki Desa Balun, dikemas sedemikian rupa sehingga dapat menjadi daya tarik wisatawan.

“Pada dasarnya Desa Balun sudah ada potensinya, potensi ini akan sangat bagus jika dikelola dengan bagus,” ujarnya.

Lebih lanjut, Khusairi mengatakan, Desa Balun sangat layak diresmikan sebagai Desa Wisata Religi, karena sudah memiliki embrio, kebudayaan dan kesenian yang bisa menarik wisatawan.

“Mulai pawai Ogoh-ogoh, banyak dikunjungi masyarakat dari luar Kota Lamongan, wisatawan ini akan kita kemas dengan baik, untuk meningkatkan APBDes. Kami punya kesenian sederhana, karawitan, dan banyak budaya lain yang bisa kita gali,” tuturnya.

Desa Balun yang majemuk, dengan masyarakatnya memeluk agama Islam, Kristen dan Hindu, tetapi bisa hidup rukun, dikatakan Khusyairi, juga bisa menjadi nilai jual dalam menarik minat wisatawan untuk mengadakan penelitian.

“Pluralisme bisa digali di Desa Balun ini. Desa kami ada tiga agama (Islam, Kristen dan Hindu), kami hidup rukun, kami salimg mengerti, menghargai satu sama lain,” ujarnya.

peresmian Desa Balun sebagai Desa Wisata Religi ini, disaksikan Sekda Lamongan Yuhronur Efendi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Ismunawan serta sejumlah Kepala OPD, dimeriahkan Tari Jejer, Tari Gambyong dan, ditutup dengan doa bersama tiga tokoh agama di Desa Balun.(pul/ian)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *