by

Penipuan Berkedok Wartawan dan LSM Marak di Konawe Utara

 

Kabarone.com, Konawe Utara – Belum lama ini, 3 orang pelaku pemerasan dengan berkedok Wartawan dan LSM (Tenaga Pendamping Desa), melakukan aksinya kepada kepala desa Amorome Utama dengan cara melakukan tuduhan bahwa kepala desa Amorome Utama telah melakukan pelanggaran dan penyalahgunaan alokasi dana desa, dan kemudian meminta sejumlah uang kepada kepala desa Amorome Utama.

Kepada Wartawan kabarone.com, Junaidi, Kepala Desa Amorome Utama, mengatakan, “bulan Februari lalu saya didatangi oleh tiga orang yang mengaku dirinya dari wartawan dan LSM (Tenaga Pendamping Desa) dan mengaku berasal dari Kabupaten Konawe berinisial (F) dan (I). Maksud kedatangan mereka adalah hendak mempertanyakan terkait penggunaan ADD saya dan mereka mengatakan jika saya telah menyalahgunakan ADD tersebut, sehingga mereka meminta sama saya untuk kerja sama demi menutupi kasus tersebut dengan cara meminta uang kepada saya.”

Tak tanggung-tanggung, pelaku penipuan dan pemerasan ini meminta uang kepada Junaidi sebesar Rp.25 juta.

“Mereka minta uang Rp 25 juta dan jika tak diberikan maka kasusnya akan disampaikan ke Kepolisian,” ungkap Junaidi.

“Karena saya tak bisa sanggupi uang sebanyak itu maka mereka saya kasih uang Rp.3 juta kebetulan mamanya ada uang disimpan tiga juta itu, setelah saya kasi mereka langsung pergi. Tapi belakangan saya tersadar bahwa saya sudah di tipumi,nomor ponsel yang di simpan saya hubungi tidak aktif lagi dan saya hubungi lagi dia katakan lagi di Kendari, setelah tidak aktif mi lagi hapenya,” terang Junaidi kepada awak kabarone saat ditemui di kediaman Kepala Desa Kota Mulia, Hasbullah.

Setelah itu Junaidi terus berupaya menghubungi ketiga orang tersebut namun sayangnya mereka sudah tak bisa dihubungi. Menurut Junaidi, ketiga pelaku tersebut menggunakan mobil Avanza warna hitam namun sayangnya nomor platnya tak diketahui Junaidi.

Selain menghubungi kembali ketiga orang tersebut, Junaidi juga sudah bertanya-tanya kepada aparat kepolisian, iapun diminta untuk melaporkan kasus tersebut karena menurut anggota Polisi yang ia temui mengatakan jika hal itu sudah masuk unsur penipuan dan pemerasan.
(Andi Jumawi)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *