Munculnya Tiga Perahu Baja Di Bengawan Solo, Gegerkan Warga

Daerah, Regional702 views

Kabarone.com,Lamongan – Penemuan tiga perahu baja di bengawan solo yang ada di kecamatan karanggeneng Lamongan Jawa Timur. Menurut peneliti dari Trowulan Mojokerto, diperkirakan perahu-perahu ini pada masa penjajahan, untuk mengangkut tentara penjajah di masanya. Bagian depan dan bagian belakang perahu-perahu ini muncul ke permukaan air.

Perahu-perahu tersebut terbuat dari baja, bagian depan runcing dan bagian belakang rata. Diperkirakan perahu tersebut berukuran panjang 5 meter, tinggi 78 cm, lebar 1,5 m. Disisi dalam perahu terdapat pipa, kemungkinan besar untuk pegangan penumpang.

Menurut Wicaksono Dwi Nugroho, peneliti dari Badan Pelestarian Cagar
Budaya (BPCB) Trowulan, perahu-perahu ini terdapat lobang-lobang akibat tembakan senjata. Diduga perahu-perahu ini digunakan mengangkut pasukan dimasanya, Namun, belum bisa dipastikan perahu-petahu ini milik penjajah belanda atau jepang.

Dibagian sisi dalam dinding kapal (perahu) kita menemukan pipa diduga sebagai pegangan, jadi terindikasi kapal penumpang bukan untuk barang, untuk mengangkut (mobilisasi tentara). Untuk masa penjajahan bisa belanda bisa jepang untuk pastinya memang harus diangkat dulu sehingga nanti kita bisa kajianistrasi Ini buatan belanda apa jepang”, ungkapnya.

Sementara, Muhammad Tamam warga setempat mengatakan, ” orang tua di kampungnya tersebut tidak ada yang mengetahui perihal perahu tersebut. Namun, disekitar lokasi penemuan perahu tersebut dulunya terdapat ponton (kotak) yang digunakan sebagai alat penyeberangan dan bentuk ini tidak ada yang tahu, tapi ini bukan ponton, akhirnya digali sama teman-teman ada tiga sebelum muncul ke permukaan”, jelas Tamam.

Sementara, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan Ismunawan mengatakan, ” Penemuan tiga perahu baja di bengawan solo yang ada di kecamatan karanggeneng Lamongan. Diperkirakan perahu ini ada dari masa perang sebelum perang kemerdekaan.

Karena terpendam lumpur, dan sudah pernah diupayakan warga untuk diangkat secara manual ternyata tak sanggup, maka solusinya adalah pengangkatan perahu menggunakan alat berat, semacam crane atau backgo,” ujar Ismunawan. Jumat (11/10)

Saat ini pihaknya masih terkendala alat berat dan tenaga ahlinya. Perlu diadakan koordinasi dengan dinas terkait untuk mempermudah proses evakuasi. Dalam waktu dekat, menurut Ismunawan akan segera dilakukan pengangkatan ke permukaan agar bisa dilakukan observasi secara detail. “ Sekarang kami masih penjajakan dinas lain yang mungkin bisa membantu untuk proses evakuasi”, terang Ismunawan.

Munculnya perahu baja di bengawan solo didesa mertani ini menjadi tontonan warga masyarakat sekitar. Agar aman sebelum pengangkatan, perahu-perahu ini dipasang garis polisi (police line) agar warga tidak leluasa disekitar penemuan perahu”, pungkasnya (Pul/As).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *