Limbah PT. FAS Diduga Cemari Sungai, Pemkab Kotabaru Diam

Daerah, Regional1,130 views

Kabarone.com, Kotabaru- Limbah pabrik kelapa sawit (PKS) PT. Fajar Agro Sejahtera (FAS) di duga cemari sungai Dusun Batilan Kecil beberapa waktu lalu, pasalnya sungai Dusun Liangkalih RT. 11 Desa Sungai Kupang yang merupakan muara sungai Dusun Bantilan Kecil yang selama ini di duga tercemar merembet dampaknya ke sungai Dusun Batilan Kecil RT 5 RW 2 Desa Bangkalaan Melayu.

Menindak lanjuti laporan warga dan Ketua RT setempat, Kepala Desa Bangkalaan Melayu Johansyah langsung menggelar rapat terbuka dengan warganya, Selasa 15/5/18 lalu bertempat di rumah ketua RT. 5 dan di hadiri BPD, Kadus serta warga pembudidaya tambak.

Warga yang hadir mengeluhkan dalam beberapa hari terakhir air sungai yang semula jernih kini menjadi hitam dan berbau, hal itu di ungkapkan lsmail salah satu nelayan setempat mengatakan, saya merasa aneh karena air yang biasanya jernih kini berubah menjadi hitam dan berbau sehingga hasil tangkapan kepiting pun menurun drastis selama sepekan terakhir ini.

Johansyah Kepala Desa Bangkalaan Melayu mengatakan, sebenarnya permasalahan rusaknya air sungai Dusun Bantilan Kecil ini karena dampak rusaknya air sungai Dusun Liangkalih RT. 11 dan itu sudah satu tahun lalu, namun selama ini pihak perusahaan mengantisifasinya dengan memberikan pasukan air bersih, membuatkan sumur bor dan bantuan- bantuan lainya yang bersifat sementara, sedangkan air sungai Dusun Liangkalih tetap tidak bisa dimanfaatkan oleh warga untuk keperluan sehari hari.

Karena itu di biarkan, kami yang berada dihilir muara tepatnya di Dusun Bantilan Kecil RT. 5 RW. 2 dalam sepekan terakhir ini merasakan dampak limbahnya dan warga saya menggunakan sungai tersebut sebagai mata pencarian sehari-hari khususnya nelayan, jadi jelas untuk menyelesaikan masalah ini tidak cukup hanya dengan mensuplay air bersih dan membuatkan sumur bor, oke lah Dusun Liangkalih saat ini dapat solusinya tapi warga kami yang berada di hilir muaranya tetap terkena dampaknya, keluh Johan.

Apa lagi kultur tanah umumya di wilayah Kelumpang Hulu tanahnya berongga sehingga jika satu titik tercemar maka lambat laun semua akan tercemar, ungkapnya kepada Kabarone.com.

Sehingga saya bersama warga membawa permasalahan ini kepada Bupati dan ketua DPRD Kabupaten Kotabaru agar dilakukan peninjauan kembali terhadap kolam limbah (PKS) PT. FAS yang berada di Pehuluan sungai Dusun Liangkalih Desa Sungai Kupang, apakah sudah memenuhi standar dan sesuai aturan yang ditetapkan oleh Pemerintah.

Kamis tanggal 17/5/18 saya sudah kirimkan surat kepada Bupati Kotabaru tentang di duga kuat tercemarnya sungai Dusun Bantilan Kecil dengan tembusan, Ketua DPRD, Kapolres Kotabaru, Dinas Lingkungan Hidup (DLHD), Muspika Kelumpang Hulu dan pihak Perusahaan agar dalam waktu dekat menurunkan tim ahli kelapangan untuk mengecek langsung tentang kelayakan kolam limbah milik PT. Fajar Agro Sejahtera (FAS) yang berada di pahuluan sungai Dusun Liangkalih RT. 11 Desa Sungai Kupang Kecamatan Kelumpang Hulu Kabupaten Kotabaru.

Ketika di konfermasi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLHD) Kotabaru Arif Fadilah ,S.Sos Mengatakan, untuk menindak lanjuti laporan warga tentang tercemarnya air sungai mereka akibat limbah kolam PT. FAS, jadibSelasa depan kita akan turunkan tim kelapangan bersama bagian pengaduan untuk meninjau langsung, jadi kita akan cek langsung ke lapangan untuk pembuktian benar tidaknya telah terjadi pencemaran lingkungan.

Ketika di konfermasi HRD PT. FAS Hanifan Jum’at 18/5/18 mengatakan, terkait masalah tercemarnya sungai Dusun Bantilan Kecil RT. 11 itu hanya gosip bagi pihak-pihak yang tidak suka dengan PT. FAS, sah- sah saja ada yang mengatakan seperti itu, tapi itukan perlu pengkajian juga. Saya sudah liat langsung sungainya tidak keruh seperti yang di ceritakan, kalau kejadian yang di Liangkalih itu kita juga tidak tau limpasan limbah itu asalnya dari mana tetapi kita tetap berkometmen dengan kegiatan CSRnya untuk kebutuhan air bersih di Dusun Liangkalih menjadi tanggung jawab kami, setelah kami telusuribkami koreksi dirilah dengan apa yang terjadi sebenarnya, sedangkan air sungai Bantilan Kecil yang katanya tercemar akan kita telusuri terlebih dulu dengan turun langsung kelapangan, ungkapnya.(Hrp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *