Wali Kota Ajak Masyarakat Tingkatkan Kewaspadaan melalui Reresik Masjid

Daerah, Regional359 views

Kabarone.com, SEMARANG – Masjid Al-Khusuf di komplek Balaikota Semarang tiba-tiba ramai pada pagi hari menjelang jam kerja para pegawai Pemerintah Kota Semarang dimulai, Jumat (18/5).

Setengah jam sebelum masuk kerja, ratusan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Semarang tersebut menyempatkan datang ke masjid yang terletak di bagian belakang komplek Balaikota Semarang.

Mereka datang ke masjid tersebut dengan membawa berbagai alat kebersihan seperti lap, sapu, hingga pel.

Tak ketinggalan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi juga terlihat turut serta datang ke masjid membawa ember dan pel.

Ternyata kedatanganya menjadi hari pertama dilaksanakannya gerakan Jumat Reresik Masjid (Jarik Masjid) pada bulan Ramadhan 1439 Hijriyah tahun ini.

Jarik Masjid sendiri merupakan sebuah gerakan gotong royong bersih-bersih masjid setiap hari Jumat, selama bulan Ramadhan yang diinisiasi oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi atau yang akrab disapa Hendi itu.

Jarik Masjid telah berjalan pada bulan Ramadhan 1438 Hijriyah tahun lalu, dengan catatan sebanyak 708 masjid berhasil diperindah selama bulan Ramadhan berlangsung.

Wali Kota Semarang megharapkan, gerakan Jarik Masjid tahun ini dapat berjalan dengan baik seperti tahun lalu.

“Tahun kemarin setiap hari Jumat, serentak di 177 Kelurahan, pasti minimal ada satu masjid dan musholla yang dibersihkan dengan gotong royong, sehingga ini adalah sebuah hal positif yang harus dilakukan kembali,” katanya.

“Dan hari ini kita mulai coba lagi untuk menggerak sedulur-sedulur seperti tahun kemarin. Harapannya tentu saja tahun ini partisipasi masyrakat dapat lebih besar,” ujar Hendi.

Pada pagi hari itu selain di Masjid Al-Khusuf, kegiatan Jarik Masjid yang diinisiasi oleh Wali Kota Hendi tersebut juga berjalan di hampir 200 masjid serta musholla di Kota Semarang.

Sebut saja antara lain masjid Al-Iman di Cangkiran, Masjid At-Taqwa di Plombokan dan Musholla Al-Khudlori di Bendan Duwur.

Targetnya sama seperti tahun lalu, tak kurang dari 700 masjid dan musholla di Kota Semarang diupayakan dapat diperindah selama bulan puasa ini.

Hendi juga menekankan, bahwa Jarik Masjid ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kewaspadaan di lingkungan sekitar di tengah isu maraknya terorisme belakangan ini.

“Saya rasa di tengah situasi kita harus meningkatkan kewaspadaan, penting untuk menumbuhkan kepedulian di dalam diri pribadi masing-masing,” tegasnya.

“Sehingga kalau sudah peduli dari yang sepele, mulai dari kebersihan masjid misalnya, pasti kepedulian terhadap hal-hal besar juga mudah terbangun,” imbuhnya (Amr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *