Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Pastikan Stok Hewan Kurban Cukup

Daerah1,211 views

Kabarone.com, Lamongan – Menjelang hari raya idul adha 2015, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan memastikan populasi ternak di Lamongan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sukriyah melalui Kabag Humas dan Infokom Sugeng Widodo mengatakan, populasi ternak sampai dengan bulan Juli 2015 tercatat ada sebanyak 100.264 ekor sapi potong, 22 sapi perah, 288 kerbau, 95.847 ekor kambing dan 78.785 ekor domba.

“Sedangkan jumlah hewan kurban di tahun 2014 tercatat sebanyak 3.014 ekor sapi dan 25.418  ekor domba. Sehingga kebutuhan hewan kurban tahun ini diperkirakan masih bisa dipenuhi dari peternak Lamongan sendiri,” ungkapnya.

Untuk memberikan jaminan kualitas hewan kurban, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan akan melakukan pemeriksaan kesehatan pada hewan kurban pada H-3 atau pada tanggal 22 September 2015. Dan itu akan dilakukan di seluruh 27 kecamatan yang ada di Lamongan. Dia pun menyarankan kepada konsumen agar saat pemilihan hewan kurban yang harus diutamakan yakni sehat dan cukup umur.

“Hewan kurban yang cukup umur yakni untuk sapi dan kerbau berumur kurang lebih 22 bulan, sedangkan kambing dan domba antara 12-18 bulan. Untuk mengetahui umur hewan, bisa dengan melihat catatan melahirkan ternak tersebut. Atau jika tidak ada bisa dilihat dari gigi ternak. Jika gigi susu telah tanggal 2 di depan, itu menandakan hewan tersebut telah berumur sekitar 12-18 bulan, dan jika sapi maka berumur kurang dari 22 bulan,” paparnya.

Ia menambahkan, untuk ciri-ciri hewan kurban yang sehat, yakni dilihat dari fisiknya seperti pergerakannya yang aktif, bulu yang halus dan tidak rontok, kemudian mata bersinar dan jernih, bentuk tubuh standar, hidung terlihat basah bersih dan tidak mengeluarkan cairan, mulut dan gusi bersih tidak ngiler, celah kuku tak terluka, kulitnya lentur dan elastis.

“Bagian dubur yang bersih juga bisa dijadikan indikasi bahwa hewan kurban tidak menunjukkan gejala mencret,” imbuhnya.

Sebelumnya, pada tanggal 8 Sepember 2015, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan telah melakukan pertemuan dengan ta’mir masjid guna monitoring dan pembinaan pemotongan hewan kurban. Dalam pertemuan itu juga disosialisaikan bagaimana memilih hewan kurban yang sehat dan cukup umur, serta bagaimana cara penyembelihan dan mengolah daging kurban dengan baik. (Ipul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *