Dishut Konawe Amankan Ratusan Kubik Kayu Hasil Pembalakan Liar

Daerah901 views

Kabarone.com, Konawe – Aktivitas penebangan liar dalam hutan kawasan di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara masih terus terjadi. Hal ini terbukti dengan banyaknya kayu olahan yang berhasil diamankan Dinas Kehutanan Konawe.

Perambahan hutan secara liar  ini diduga terus terjadi akibat lemahnya pengawasan dari instansi tersebut. Saat ini, Dinas Kehutanan mengklaim telah mengamankan kurang lebih 100  ( seratus ) kubik kayu hasil penebangan liar di hutan kawasan.

Kepala dinas Kehutan Kabupaten Konawe, H.K.Santoso, SE.M.Si mengatakan ratusan kubik kayu tidak bertuan yang  diduga hasil pembalakan liar tersebut rencananya akan dilelang dalam waktu dekat ini.

“Kita tinggal tunggu proses administrasinya.Insya Allah tahun ini  kalau sudah lengkap semua,” katanya.

Senada dengan Kadis, Kasi Pengamanan hutan, Muliadi, SP menjelaskan kayu tangkapan  saat ini yang jumlahnya sekitar 110 ( seratus sepuluh ) kubik itu umumnya diambil dari kawasan hutan.

” Yang sudah diukur 90 kubik,  ditambah yang kemarin kurang lebih 20 kubik kayu olahan semuanya itu kita tangkap di dalam hutan kawasan,” katanya.
Namun anehnya, dari sekian banyak kayu hasil penebangan liar yang telah ditangkap oleh pihaknya, tapi sampai saat ini Dinas Kehutanan Konawe tidak bisa menangkap dan memproses para pelaku penebangan liar tersebut.

Kasi Pengamanan Hutan Konawe ini menyebut kayu itu bukan kayu tangkapan tetapi kayu temuan dengan kata lain kayu hasil penebangan liar tersebut tidak bertuan.

” Apa yang mau diproses, pada saat kayu itu ditemukan tidak ada pemiliknya, ” kata Muliadi saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa ( 6/10 ).

Terkait dengan kayu olahan yang berhasil diamankan bersama satu unit mobil pekan lalu, dirinya mengatakan hanya kayunya yang ditangkap.Adapun mobil yang digunakan itu milik mitra Dinas Kehutanan Konawe sehingga mobil itu tidak ikut diamankan.

” Kayu yang kemarin itu adalah kayu tak bertuan, adapun mobil yang digunakan itu milik mitra,” elaknya.

Lebih lanjut Muliadi menjelaskan, maraknya  penebangan liar di kawasa hutan itu karena kurangnya personil di Dinas Kehutanan.

Hal ini diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan penebangan liar.

Kata dia, luas wilayah hutan kawasan di Kabupaten Konawe yang harus dijaga tidak sebanding dengan jumlah petugas Kehutanan yang ada saat ini.

” Wilayah Hutan Konawe yang harus diawsi seluas 545 ribu Ha. Sementara jumlah personil kami  saat ini yang melakukan pengawasan di lapangan paling satu dua orang. Satu orang itu hanya mampu mengawasi 5000 Ha saja,” pungkasnya.( Suk )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *