Ketua Dewan Pendidikan Konut Soroti Kinerja Engglish Camp

Daerah, Regional703 views

Kabarone.com, Wanggudu – Dewan Pendidikan Kabupaten Konawe Utara menyoroti kinerja Engglish Camp yang belum bisa merealisasikan jadwal pendidikan bahasa Inggris di sejumlah sekolah. Sorotan ini disampaikan oleh Muh.Syukur,BA ketua dewan pendidikan Kabupaten Konawe Utara yang dilantik oleh Bupati Konawe Utara (17/8/16) saat di wawancara wartawan Media ini, Rabu (12/10).

“Untuk tingkat SMA sudah rata-rata terlaksana dengan baik, namun untuk tingkat SMP belum terlaksana sepenuhnya. Seperti di Kecamatan Asera hampir keseluruhan belum menerima pendidikan tersebut, sehingga perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah daerah Konawe Utara, ” kata Muh.Syukur.

Dalam hal ini, lanjut Syukur, program kampung Inggris ini adalah program peningkatan mutu pendidikan bahasa Inggris di usia sekolah, bahkan sejak SD sudah di programkan dan bahkan untuk Sulawesi Tenggara baru Konawe Utara yang memiliki kampung Inggris ini.

“Jadwal untuk setiap minggu ditetapkan dua kali pertemuan, tetapi sayangnya untuk tingkat SMP di Asera ini belum sama sekali terlaksana, sehingga perlu adanya kajian dari pemerintah daerah Konawe Utara, apalagi untuk saat ini Program kampung Inggeris ini masih dalam tahap uji Coba selama tiga bulan, jika terlaksana dengan baik maka tentunya akan berkelanjutan namun jika tidak maka tentunya pemerintah daerah akan memikirkan hal ini,” terangnya.

Menurut dia, program kampung Inggris ini sudah berjalan sekitar satu bulan lebih sementara untuk tingkat SMP di Kecamatan Asera sama sekali belum pernah ada pertemuan dengan siswa dan tenaga pendidik dari kampung Inggris ini.

“Akan kami laporkan ke pimpinan daerah untuk ditindak lanjuti,” tegasnya.

Sementara Kepala SMP N 2 Asera saat ditemui di ruang kerjanya terkait program kampung Inggris ini mengatakan, ” Sebagai Kepala Sekolah, kami sangat mendukung apa yang menjadi program pemerintah daerah, tentunya kami senang sekali dengan adanya program kampung Inggris ini, akan tetapi kembali kami kaji bahwa kampung Inggris itu tentunya menggunakan anggaran dalam pelaksanaannya sehingga jika kami belum pernah terlaksana pertemuan dengan siswa yang sesuai jadwal minimal dua kali dalam seminggu, tentunya kami akan sangat berhati-hati dalam hal pendanaa dan penganggarannya, mengingat ini adalah tanggung jawab kami selaku kepala sekolah,” kata Budiani.

Selain itu lanjut dia, untuk Program kampung Inggris ini di sekolahnya memang benar apa yang dikatakan oleh Ketua Dewan Pendidikan Konut bahwa belum pernah ada pertemuan, sehingga kami tentunya akan melaporkan hal ini keatasan kami untuk menjadi pertimbangan kedepan, jelasnya.

Sementara pihak kampung Inggris yang hendak di konfirmasi tak berada ditempat itu sehingga tak ada keterangan terkait ketidak hadirannya didalam pemberian pendidikan bahasa Inggris di sejumlah sekolah di daerah ini, apa alasan dan kenapa tidak dilakukannya belum diketahui. (Andi Jumawi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *