FUIS Lakukan Long March dan Keluarkan Pernyataan Sikap

Daerah, Regional520 views

Kabarone.com, SEMARANG – Forum Umat Islam Semarang (FUIS) dan Aliansi umat Islam Kota Semarang melakukan aksi long march dari Masjid Baiturrahaman Simpang Lima menuju Mapolda Jateng Jl. Pahlawan, Rabu (24/10).

Mereka mengutuk pembakaran bendera tauhid, Aksi diikuti KL 500 dengan korlap aksi Wahyu Kurniawan.

Aksi long march tersebut dilakukan dengan membawa spanduk bendera tauhid bukan bendera HTI, melainkan simbol islam dan mengutuk penistaan kalimat tauhid lailhillallah serta Pembakaran bendera oleh oknum banser adalah penistaan agama.

Adapun beberapa ormas jugs ikut dalam aksi tersebut antara lain FUIS ( Forum Umat Islam ) Kota Semarang Ustadz Wahyu, JAS ( Jamaah Anshorut Syariah) Kota Semarang Ustad Danang Setiadi, Perwakilan DSKS ( Dewan Syariah Kota Surakarta ), FPI ( Front Pembela Islam ) Panglima FPI Jateng KH. Rofii dan Laskar Majelis Mujahiddin Jawa Tengah pimpinan Abu Jibril.

Dalam Aksinya, FUIS juga mengeluarkan pernyataan sikap diantaranya Mengutuk keras terhadap pembakaran bendera bertuliskan Tauhid “Laa ilaaha ilaah” yang dilakukan oleh Banser.

Sangat merasa prihatin dan menyesalkan kejadian tersebut, karena sudah membuat sakit hati di kalangan ummat Islam.
Agar institusi yang bersangkutan meminta maaf secara terbuka dan berjanji untuk tidak melakukan penistaan Agama lagi.

Meminta aparat kepolisian untuk segera bertindak tegas, dan memproses hukum dengan seadii-adilnya, agar tidak menjadi kegaduhan yang berlarut larut.

Menghimbau Ormas Islam ataupun umat Islam dimana saja berada, agar dalam melakukan aksi protesnya tidak melanggar norma agama dan undang-undang yang berlaku.

Selanjutnya pada pukul 13.30 WIB perwakilan Massa aksi diterima audiensi di Mapolda Jateng yang diterima oleh Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Hariyanto dan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Abiyoso. daru perwakilan masa aksi antara lain KH. Rofii, Ustadz Wahyu, Ustadz Danang Setiyadi dan Ustadz Abu Jibril.

Adapun Inti dari audensi yang diwakili perwakilan massa aksi dengan Karoops Polda Jateng menyampaikan bahwa kedatangan massa aksi ke Mapolda Jateng adalah dalam rangka menuntut dan mengutuk terjadinya aksi pembakaran bendera tauhid yang terjadi di Garut oleh Oknum anggota Banser, lalu kalimah tauhid yang ditulis dalam kain apapun tetap merupakan kalimah tauhid artinya pembakaran bendera yang terdapat kalimah tauhid adalah tindakan yang salah yang dapat menyakitkan hati tidak hanya umat islam di Indonesia akan tetapi di seluruh dunia.

Oknum Banser sudah berapa kali melakukan tindakan – tindakan yang melukai dan menyakitkan hati umat Islam dan berharap kepada aparat Kepolisian agar melakukan tindakan tegas terhadap aksi pembakaran bendera tauhid di Garut dan melakukan proses hukum yang seadil-adinya.

Sedangkan Karoops Polda Jateng Kombes Pol Haryanto menerima audensi dari KH. Rofii sebagai perwakilan massa aksi dengan menyampaikan permohonan maaf bahwa Kapolda Jateng dan Wakapolda tidak dapat menerima secara langsung dikarenakan ada kegiatan. Untuk tuntutan yang disampaikan oleh massa aksi akan ditindaklanjuti oleh pihak Kepolisian dan menjelaskan bahwa proses hukum telah berjalan dimana proses dilakukan oleh Polres Garut Polda Jabar dan Mabes Polri.

” Bahwa kita di Jawa Tengah diharapkan senantiasa menjaga kondusifitas dan keamanan serta ketertiban di seluruh wilayah Jateng, agar kita dapat nyaman untuk beribadah dan melakukan kegiatan apapun dan sampai saat ini di Polda Jawa Barat telah ditangkap orang yang diduga pelaku pembakaran dan tidak menutup kemungkinan akan bertambah,” ujar Karoops Polda Jateng. (Amr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *