by

Warga Resah, Tambang Timah Rajuk Rusak Kawasan Hutan Bakau Sungai Mapur

Kabarone, Bangka – Seorang warga pada Jum’at (06/9) menghubungi wartawan Kabar One untuk menyampaikan informasi terkait keberadaan sejumlah tambang timah ilegal sistim rajuk yang menggasak kawasan hutan bakau disepanjang Sungai Mapur, Desa Mapur, Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka.

Menurut warga tersebut, sebut saja Rina tambang timah rajuk itu sudah menambang cukup lama. Jumlahnya kian hari terus bertambah dan sekarang telah mencapai 20 unit ponton, sebagian merupakan tambang dengan ponton agak besar. “Jumlahnya terus bertambah dan sekarang sudah sekitar 20 unit ponton”, katanya.

Dijelaskan Rina, sejumlah pepohonan bakau banyak yang mati dan bertumbangan. Sementara tumpahan minyak solar menggenangi kawasan hutan bakau. Akibatnya warga yang biasa mencari ikan dan aneka kerang bakau baik untuk konsumsi sendiri atau dijual sangat resah. Hal itu karena limbah solar dan tailing tambang merusak habitat dan menyebabkan baik ikan, udang, kepiting dan aneka kerang bakau mati.

“Kami sangat resah. Akibat penambangan itu aneka biota bakau pada mati. Biasanya kami sangat mudah mendapatkan ikan dan aneka kerang bakau. Namun sekarang sulit”, kata Rina.

Masih menurut Rina, kebanyakan para penambang bukanlah asli warga Desa Mapur tetapi rerata pendatang dari Sumatera Selatan. Sementara warga Desa Mapur menjadi penonton. Hanya beberapa orang dan salah satunya seperti Su bekerja sebagai tenaga penimbang bijih timah. Setiap ponton dari hasil penambangan oleh Su cs diambil antara 3 kg sd 5 kg setiap penimbangan. Hasilnya kurang jelas apakah dimakan sendiri atau disetor ke desa.

“Ada potongan oleh Su cs antara 3 sd 5 kg dari setiap kali penimbangan”, katanya. Untuk diketahui harga bijih timah kisaran Rp 90 sd Rp 100 ribu perkilo. “Tentu penambangan itu sangat merugikan masyarakat, hanya membuat kaya segelintir orang saja”, ujar Rina setengah menggerutu.

Pihak Kehutanan Babel masih belum berhasil dikonfirmasi terkait status kawasan hutan tempat lokasi penambangan itu. (Shd)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *