Kabid Humas Polda Jateng : Utamakan Kesehatan dan Keselamatan Rakyat, Pandemi Masih Menghantui

Daerah279 views

SEMARANG,kabarone.com- Potensi meningkatnya kasus baru Covid -19 di Kota Semarang dan berbagai daerah di Jawa Tengah usai aksi unjuk rasa menolak penolakan Omnibus law UU Cipta Kerja turut menjadi perhatiaan Kepolisian Daerah Jawa Tengah.

Mengantisipasi kekhawatiran penularan Covid -19, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna mewanti wanti masyarakat agar tetap mengutamakan kesehatan (protokol) dan keselamatan.

“Utamakan kesehatan dan keselamatan rakyat, pandemi Covid-19 masih menghantui kita dan keluarga. Pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan,” pinta Iskandar, Minggu (11/10/2020).

Apalagi, menurut Iskandar aksi unjuk rasa sulit untuk menghindar dari jarak atau kerumunan massa.

“Lebih baik kita berdoa dari rumah karena aspirasi masyarakat sudah didengar oleh anggota DPR dan pemerintah,” tambahnya.

Sebelumnya Polda Jateng menegaskan tidak akan mengeluarkan izin terhadap aksi unjuk rasa atau izin keramaian selama masa pandemi. Termasuk tidak memberikan izin terhadap aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja guna mencegah penularan Covid-19.

Ditempat terpisah, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebutkan, sebanyak 150 pendemo yang diamankan reaktif Covid-19 setelah dilakukan rapid test. Dari jumlah itu, sebanyak 45 orang telah dibawa ke Wisma Atlet untuk menjalani isolasi.

“Dari hasil rapid test ditemukan ada 145 reaktif Covid-19. Semua (pendemo) yang kita amankan dilakukan protokol kesehatan, itu kita menemukan 145 reaktif,” sebut Argo.

Diketahui, sejumlah massa dari buruh, mahasiswa dan masyarakat sipil menggelar aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di sejumlah daerah berujung rusuh atau chaos. Polisi pun melakukan penangkapan kepada massa yang diduga melakukan rusuh dan membakar fasilitas umum. (Amr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *