Pemkot Jaktim Belum Bongkar Saluran Malaka Baru Menuju KBT

Hukum187 views

Jakarta-kabarone.com-Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi ,Proyek pekerjaan konstruksi saluran Malaka Baru menuju Kanal Banjir Timur (KBT)Pondok Kopi Durensawit sampai saat ini belum dibongkar oleh Pemkot Jaktim.

Pemkot Jaktim yang dikomandoi Walikota, M. Anwar beserta jajaranya Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air tampaknya enggan menerima masukan dari masyarakat.
Padahal desakan masyarakat untuk membongkar kembali proyek saluran yang diduga tidak sesuai spek dan menelan Anggaran Meliaran itu sangat deras.
Diberitakan sebelumnya ,
Kasudin Sumber Daya Air Kota Adminstrasi Jakarta Timur, Wawan Kurniawan bersama jajaranya dimita segera bongkar kembali proyok saluran Malaka Baru yang diduga tidak sesuai spek.
Desakan tersebut muncul dari koalisi LSM. Jakarta yang di motori Sariman, dari LSM. Berkibar.

Kami akan segera melaporkan proyek saluran tersebut ke Kejaksaan Negeri Jakarta Timur dan meminta Kasudin SDA Jakarta Timur Wawan Kurniawan beserta jajarannya untuk membongkar ulang proyek saluran tersebut ujar Sariman kepada wartawan dibilangan kantor Walikota Jakarta Timur. Menurut Sariman, ada indikasi pembangunan saluran tersebut tidak sesuai spesifikasi.
Proyek senilai Rp1,7Miliar ini diduga dikerjakan asal jadi.

Kami menduga pelaksanan tidak sesuai dengan kontrak dan sarat dengan KKN tambah Sariman pengiat anti korupsi dan pemerhati pembangunan dari LSM. Berkibar kepada wartawan.

Saat dikonfirmasi kepada salah seorang warga, dilokasi Proyek yang mengaku bernama, Suwondo, mengatakan kepada wartawan ada dugaan pembangunan konstruksi saluran tidak menggunakan lantai kerja.

Sebab, katanya, boleh dilihat sewaktu mengerjakan proyek terkesan tergesa-gesa menutupi kekurangan yang terjadi.

Menurut Suwondo, pengawasan pelaksanaan proyek disebut sangat lemah sehingga para tukang/pekerja tidak memasang pasir urug setebal 5 cm.

Ditambah tidak semua pasir urug di pasang bantalan u ditch,”

Para pekerja/tukang bangunan diproyek juga tampak tidak menggunakan alat pelindung(K3) ujarnya Suwondo.
Informasi dari Suwondo warga sekitar ,hampir mirip dengan temuan investigasi koalisi
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Menurut Sariman Peroyek yang dilaksanakan PT. Bachtiar Marpa Prima itu layak dibongkar kembali.

“Kalau dilihat dari pelaksanaan kerja di lapangan, dan untuk menghindari kerugian Keuangan Negara yang bersumber dari APBD DKI proyek tersebut layak dibongkar kembali karena diduga tidak sesuai spesifikasi.

Beton jepit tidak dilaksanakan dan

tidak semua pasir urug di pasang bantalan u ditch,”

Padahal, ungkapnya, dalam spek e katalog, harus dipasang 5 Cm. “Hal ini yang membuat pekerjaan itu tidak maksimal sehingga ada dugaan memperkaya diri sendiri,” jelas Sariman.

Untuk itu kami akan meloprkan temuan ini ke Kejaksan dan mendesak Kasudin SDA Jakarta Timur beserta jajarannya agar membongkar ulang.

Sementara Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Timur, Wawan Kurniawan, belum berhasil ditemui wartawan untuk dikonfirmasi terkait proyek kontruksi saluran Malaka Baru menuju KBT. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp Wawan Kurniawan, menjawab masih di Inspektorat (team)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *