BBTKLPP Kemenkes Targetkan Tahun 2019, Masyarakat Pakai Jamban & Air Bersih 100%

Daerah, Regional1,173 views

Kabarone.com, Cirebon – Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan Perlindungan Penyakit (BBTKLPP) Jakarta Direkorat Jenderal P2P Kementerian Kesehatan Republik Indonesia targetkan pada tahun 2019 desa-desa yang sudah mendapatkan progam weslik masyarakat menggunakan jamban & air bersih.

“Pada tahun 2019 mendatang program tersebut harus tercapai 100 %. Masyarakat harus akses air & akses jamban 100 %,” kata Kepala Bidang Analisa Dampak Lingkungan Kesehatan Lingkungkan (BBTKLPP) Jakarta Ditjet P2P Kemenkes RI, Ir Deni Mulyana M.Kes disela kunjungan kerja di Desa Cirebon Girang, Rabu (06/04) kemarin.

Dalam kunjungan kali ini, ungkap Deni, memberikan penyuluhan agar target di 2019 bisa tercapai 100 %.”Untuk itu pihaknya akan memberikan pengetahuan agar dapat meningkatkan kualitas air dan kebersihan lingkungan. Hingga pada gilirannya masyarakat dapat mengakse air bersih & jamban 100 %.

Sementara Direktur Toya Anugerah Desa Cirebon Girang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon, Rosid menyampaikan  mendapat bantuan bank dunia program Weslik tahun 2008 melalui Dinas Kesehatan senilai Rp.500 juta.

Dana bantuan tersebut, kata Rosid antara lain dipergunakan untuk membangun sumur artesis dua titik, 21 kran umum, WC. SDN Cirebon Girang, listrik &  pemasangan instalasi pipa induk.

Kemudian gencar melakukan sosialisasi pentignya akan kebutuhan air bersih & kesehatan lingkungan. “Kesadaran  masyarakat akan kebutuhan air bersih mulai membawa perubahan lingkungan yang sehat, dului buang besar disungai/kebon kini menggunakan jamban/WC & dari air kram umum sekarang beralih pakai sambungan langsung ke rumah,” bebernya.

Sehingga kran umum berkurang dari 21 tinggal 10 kran umum yang masih beroperasi. Sedang sambungan langsung mencapai 741 rumah. Diharapakan semua masyarakat Desa Cirebon Girang menggunakan air besir baik dari air sumur2 sendiri maupun air dari program weslik, pintanya.

“Untuk pemasangan baru masyarakat (konsumen) dikenakan biaya sebesar Rp.500 ribu. Itupun masih bisa diangsur. Sementara pemakaian air dikenakan biaya abudemen Rp.3000,-/bulan. Sedang rata-rata biaya pemakaian air konsumen berkisar antara Rp.50.000,- sampai Rp.100.000,-/bulan,” jelasnya.

“Biaya lebih murah bila dibanding air ledeng PDAM. Karena program weslik betujuan membantu masyarakat agar berprilaku sehat, dengan lingkungan yang bersih & sehat, tentunya tak terlepas akan kebutuhan air bersih,” pungkasnya. (Mulbae)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *