by

Polisi Dalami & Kembangkan Kasus Pembacokan Ulama di Kendal

-Hukum-374 views

Kabarone.com, SEMARANG – Polisi sampai saat ini masih terus mendalami kasus pembacokan ulama di Kendal. Meski fakta hukum sudah didapatkan bahwa pelaku melakukan perampasan disertai penganiayaan namun penyidikan tetap terus dilakukan.

“Perampasan disertai penganiaayaan itu fakta yang harus diproses. Sekarang pelaku ditahan, diproses dengan pasal 365 jo 53 subsider 351 KUHP. Namun polisi tidak berhenti di situ, tidak menyimpulkan selesai seperti itu,” kata Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Semarang, Rabu (21/3).

Condro, menyebutkan dalam pengembangan kasus tersebut,selain Polda Jateng dan Polres Kendal, Mabes Polri juga turut diterjunkan untuk melakukan pendalaman, mencari ada tidaknya motif lain perkara di Kendal tersebut.

Tidak hanya itu tetapi sekaligus mencari kemungkinan adanya keterkaitan antara pelaku di Kendal dengan pelaku penyerangan ulama atau tokoh agama di wilayah polda lain.

“Tim dari Mabes Polri, Polda Jateng turun, sekarang masih di Kendal dan berbagai tempat. Untuk melihat apakah ada keterkaitan dengan kasus penganiayaan di tempat lain, antara di Jatim, Jabar dan di Jateng, ini masih kami dalami,” jelasnya.

Kapolda menyatakan pendalaman sudah dilakukan jajarannya dengan menyelidiki aktifitas pelaku Kendal, Suyatno warga Gumuh, Kendal, sebelum beraksi.

“Kami tarik ke belakang sampai satu minggu, bergaul dengan siapa, kami tanya keluarga, kita mapping handphone, semua sudah kami lakukan tapi belum kami simpulkan. Kita belum menyimpulkan apakah kasus itu by design atau tidak, ini masih berjalan. Jadi kami klarifikasi bahwa ini belum selesai, makanya mabes, polda sampai turun,” imbuhnya

Sebelumnya diketahui, mantan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Kangkung, KH Ahmad Zaenuri, dibacok Suyatno, di depan rumahnya di Desa Truko, Sabtu (17/3) sekitar pukul 16.30 WIB.

Bermula dari sang menantu, Agus Nurus yang hendak pergi, mengeluarkan mobil dari dalam mobil. Tiba-tiba datang pelaku yang langsung membacok dengan senjata tajam jenis parang.

Mengetahui kejadian tersebut, Ahmad Zaenuri berusaha menolong Agus Nurus. Nahas, Ketua takmir Masjid At Tuqo tersebut malah kena sabetan parang pelaku.

Warga yang mendengar teriakan Kyai itu langsung mengeroyok Suyatno hingga tak berdaya dan kemudian menyerahkan ke polisi. (amr)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *