Masyarakat Dusun Lipon Berharap Pemerintah Perhatikan Kondisi Akses Jalan

Daerah, Regional754 views

Kabarone.com, Kotabaru- Dusun Lipon RT. 7 Desa Bangkalaan Dayak Kecamatan Kelumpang Hulu sempat mencuat di permukaan karena suasana hutanya masih asli dan kaya akan sumber daya alamnya. Selain itu dusun lipon juga di kenal dengan kegiatan ritual adat Dayak kaharingan aruh bawanang.

Agil ketua balai dusun Lipon mengatakan, Kegiatan aruh bawanang di gelar setiap tahunya di balai dan ini merupakan acara ritual adat selamatan potong tahun, penghasilan hasil panin padi yang hasilnya memuaskan setiap tahunya maka di laksanakan acara ritual adat yang namanya aruh bawanang, di sebut bawanang karena itu merupakan kepercayaan kaharingan, ujarnya.

Di tambahkan Agil, waktu dulu kepercayaan kaharingan tidak di akui setelah 23 Desember 2017 lalu baru ada keluar keputusan menteri bahwa kepercayaan kaharingan sudah di akui oleh pemerintah.

Untuk pelaksanaan yang kami laksanakn setiap tahunya merupakan adat turun temurun dari nenek moyang kami, dengan catatan yang kami lakukan ini adalah memuja roh yang ada di mana mana, seperti di ladang, di pohon, di gunung yang ada di alam ini, kenapa kami mengetahui roh karena salah satunya roh itu selalu mengikuti diri kita, kalau diri kita saat ini tidak di ikuti roh sampai detik ini barang kali masih dalam keadaan kiamat, ungkap Agil.

Jadi kami orang kepercayaan kaharingan tidak bisa melepaskan roh yang kami beri makan setiap tahunya, acara ritual besar seperti ini 1 (satu) kali di laksanakan setiap tahunya, sedangkan untuk ritual kecil 2 (dua) kali dalam setahunya yaitu setelah tanam padi dan setelah padi keluar, setelah panin raya baru di rayakan seperti sekarang ini ya semacam syukuranlah, jelasnya.

Pelaksanaan aruh bawanang juga bertahap, dari 2 (dua) malam, 4 (empat) malam dan tahun ke 3 (tiga) 6 (enam) malam, tahun ke 4 (empat) 8 (delapan) malam sedangkan untuk sajianya 1 (satu) ekor babi hutan.

Sedangkan untuk dana kegiatan kita selalu swadaya dan bergotong royong dan belum ada bantuan dari pihak manapun, karena sarana prasarana di tempat kami ini sangat terbatas, untuk pembangunan balai ini sendiri bantuan dari PT. Kodeco tahun 2003 lalu dan itu merupakan hasil kayu untuk masyarakat yang di bagunkan untuk balai ini.

Harapanya dengan datangnya Bupati dan penjabat lainya di lipon ini agar ke depanya acara seperti ini di dukung oleh pemerintah daerah karena ini merupakan acara tradisi Dayak kaharingan dan kami berharap agar bisa di perhatikan serius dan bukan hanya kegiatannya saja tapi juga dusun lipon ini juga di perhatikan, pinta Agil.

Sementara itu tokoh muda Dusun Lipon Amirdi yang juga pegiat sosial dari Lsm- Rakyat Peduli Borneo mengatakan, Dusun Lipon ini di katakan terpencil tidak juga, karena jarak dari jalan provinsi kalsel-tim hanya berjarak 8 KM dari Dusun Lipon tapi sayangnya kurang tersentuh oleh pemerintah setempat saja.

Jadi saya berharap dengan adanya kunjungan- kunjungan dari Camat dan instansi lainnya dalam beberapa minggu terakhir ini bisa bermanfaat bagi kami warga Lipon dan secara tidak langsung Dusun Lipon bisa di kenal baik budayanya maupun kondisi jalan Dusun Lipon yang saat ini tingkat kerusakanya menyeluruh, dari dulu sampai sekarang, ujar Armidi.(Hrp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *