Dampak Pembangunan Perumahan Di Tikung, Memicu Warga Memblokir Jalan

Daerah, Regional894 views

Kabarone.com,Lamongan – Aksi pemblokiran jalan dilakukan oleh puluhan warga Desa Bakalanpule Kecamatan Tikung Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Pemblokiran jalan oleh warga sekitar dengan menanami pepohonan, dengan membentangkan kayu serta bebatuan hingga menutupi akses jalan masuk ke perumahan yang menghubungkan antara Desa Bakalanpule dengan Desa Takeranklating. Hal ini sebagai bentuk protes warga karena kerusakan jalan dan berdebu tak kunjung di perbaiki oleh pihak pengembang, yang setiap harinya jalan tersebut sering di lewati truk pengangkut material pembangunan perumahan Griya Permata Insani. Minggu (16/9).

Sementara, Salah satu peserta aksi sekitar S-W (40) warga setempat mengatakan, “aksi tersebut merupakan bentuk kekesalan warga karena sejak adanya proyek pembangunan perumahan, yang berakibat jalan desa banyak mengalami kerusakan, warga sudah seringkali melakukan protes baik lisan maupun teguran secara tertulis, namun hingga sekarang waktu yang ditunggu-tunggu belum ada kepastian akan diperbaiki oleh pengembang perumahan.

“Proyek pembangunan perumahan Griya Permata Insani, yang mengakibatkan jalan ini rusak, warga sudah berkali-kali melakukan protes secara lisan maupun tertulis, namun hingga saat ini tak kunjung diperbaiki, hanya janji-janji saja,” ujar S-W.

Lebih lanjut S-W, “jalan yang rusak serta berdebu semenjak adanya pembangunan perumahan Griya Permata Insani tersebut, warga banyak yang mengeluh karena anaknya sakit paru-paru. Kali ini anak dari ibu Riris salah satunya adalah balita yang terkena dampak, karena setiap hari harus menghirup debu.

Orang tua korban terdampak A-L (28) menjelaskan, “Anak saya Arsila fatimatus Sofiah (2) tahun, harus bolak-balik ke Puskesmas seminggu dua kali terkena radang pernapasan, dugaan akibat karena jalan yang berdebu tersebut.

Sejak di urug pedel putih itu debunya sangat menggangu dan setiap harinya ia tidak pernah membuka pintu rumah, di karenakan polusi debu yang sangat menganggu sekali, “jelas A-L kepada Wartawan yang datang di rumahnya Senin (17/9).

Peserta aksi berharap pihak pengembang harus bisa menepati janjinya, karena pada awal pembangunan proyek perumahan sudah di sampaikan bahwa mereka sanggup memperbaiki jalan jika sampai terjadi kerusakan.

Selain itu warga juga ingin setiap harinya jalan berdebu itu disiram air agar debunya tidak berterbangan yang bisa berakibat bisa menimbulkan penyakit.

Warga menuntut agar jalan rusak serta berdebu tersebut segera di perbaiki, di karenakan sudah banyak korban kecelakaan dan dampak penyakit paru-paru yang melanda anak balita akibat debu jalan yang sangat tebal itu.

Kalau tidak di perhatikan dan tidak segera diperbaiki maka warga sekitar akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan seterusnya memblokir akses jalan masuk ke perumahan tersebut, sebelum pihak pengembang merealisasikan harapan serta tuntutan warga sekitar tersebut ,” pungkasnya (red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *