Generasi Anak Bangsa, Harus Merubah Paradigma Jangan Malu Menjadi Petani

Daerah, Regional757 views
Kabarone.com,Lamongan – Perayaan khusus dirayakan oleh para petani yang ada di seluruh Indonesia yang bertepatan dengan hari, Senin 24 september 2018 merupakan hari bersejarah yaitu Hari Tani Nasional (National Farmer’s Day).

Melansir dari laman Serikat Petani Indonesia, peringatan ini lahir pada tanggal 24 September 1960 lalu. Presiden Republik indonesia Soekarno menetapkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA 1960).

Petani dan Hari Tani, ibarat petani dengan cangkulnya yang tak terpisahkan, karena setiap sektor masyarakat pastilah mempunya hari yang bersejarah tersendiri.

Dalam kebijakan UUPA mengatur tentang hak-hak dan kewajiban kaum tani, mengatur hak atas tanah, hak atas sumber-sumber agraria untuk dikelola dan dimanfaatkan sebesar-besarnya u kemakmuran petani dan bangsa.

Sementara itu penetapan Hari Tani Nasional baru diputuskan berdasarkan keputusan Presiden Soekarno tanggal 26 Agustus 1963 No 169/1963 yang menandakan pentingnya peran dan posisi petani sebagai entitas bangsa. Selasa (25/9).

Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Plt. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan saat ini sedang menjalankan inovasi ke depan dengan menerapkan kawasan manajemen tanaman sehat. Diantaranya adalah kawasan padi Hibrida seluas 10 hektar dengan di tunjang bantuan benih yang akan di alokasikan ke seluruh Kelompok Tani yang ada di Lamongan,” ujarnya.
Pada kesempatan ini Pelaksana Tugas Plt. Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan kabupaten Lamongan Rudjito bertepatan dengan hari Tani 24 September saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, ia berharap bisa membantu peningkatan pembangunan kabupaten Lamongan ke depan betul-betul bisa memberi solusi petani untuk lebih maju, dan utamanya adalah membantu kesejahteraan para petani.
Pada saat ini dalam membantu para petani Pemerintah Kabupaten Lamongan juga sudah melakukan pengerukan embung yang di gunakan untuk menyimpan air saat musim hujan, total ada 36 embung yang akan di lakukan pengerukan sedimen hingga 135.460 meter kubik. Yang dimanfaatkan untuk pengairan pertanian seluas 87.336 hektare, sebanyak 47.781 hektare menggunakan irigasi dan 39.555 hektare mengandalkan tadah hujan.
Lebih lanjut menurut Rudjito, generasi muda saat ini harus mengubah paradigma sebagai pandangan bahwa menjadi petani adalah pekerjaaan yang tidak harus identik kotor dikarenakan bergelut dengan lumpur dan tanah. Akan tetapi saat ini untuk menjadi petani tidak lagi harus memegang cangkul dan parang, akan tetapi sudah menggunakan alat pertanian yang serba canggih dan modern.
Sebagai generasi penerus bangsa, pemuda dan pemudi. Jangan punya anggapan pandangan malu lagi menjadi petani, karena kalau kita bisa memanfaatkan lahan sawah dengan baik dan maksimal dengan pola tanam yang baik, Insya’Allah (meyakinkan) tidak akan kekurangan sandang maupun pangan dalam kelangsungan hidup dengan serba kecukupan, ” tandas Rudjito selaku Pelaksana Tugas Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan kabupaten Lamongan (red).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *