Warga Geram, Bau Limbah Produksi Tempe Dibuang Sembarangan Diduga Adanya Pembiaran

Daerah, Regional1,905 views

Kabarone.com, Lamongan – Warga Desa Plaosan, Kecamatan Babat Lamongan Jawa Timur mengeluhkan bau busuk yang dirasakan menyerupai Thai/Tinja (kotoran manusia) dari sisa hasil olahan limbah pabrik tempe rumahan (Home Industri). Pasalnya jalur pembuangan limbah yang menggunakan pipa pipa pvc tersebut banyak yang rusak karena sudah lama dan diduga sengaja diabaikan oleh pemilik pabrik rumahan tersebut. Jum’at (30/11/2018)

Sementara, salah satu pemilik Home Industri tempe saat beberapa wartawan bertandang ke tempat produksi tempe tersebut, pemiliknya lagi tidak ada ditempat karena barusan keluar ada acara dan ditemui oleh beberapa karyawannya.

Saat dikonfirmasi salah satu karyawannya L-M (32) mengatakan, bahwa Home Industri produksi tempe sudah berdiri lama dan ia pun tak tahu kapan berdirinya tapi yang jelas setiap hari bahan baku kedelai produksi dalam satu harinya mencapai 5 kwintal (0,5) ton. Dengan sasaran pemasaran adalah ke wilayah kabupaten Sidoarjo dan di wilayah Lamongan sendiri” katanya.

Lebih lanjut, saat dimintai keterangan soal limbah sisa produksi dibuang kemana ? “Ia menjelaskan bahwa limbah sisa hasil produksi dibuang ke kali (aliran sungai) menggunakan pompa air/Sanyo lewat pipa pvc.

Ditempat yang berbeda, salah satu warga setempat F-L (55) saat dikonfirmasi mengatakan, kejadian atas keluhan bau busuk yang menyerupai Thai/Tinja (kotoran manusia) dari sisa hasil olahan limbah Home Industri pabrik tempe tersebut terjadi sudah begitu lama sehingga warga setempat merasa tidak nyaman karena baunya mengganggu dilingkungan warga setempat karena bisa-bisa mengancam kesehatan masyarakat.

” Saat pembuangan limbah dilakukan melalui pipa pvc yang kayaknya sudah tidak berfungsi karena tumpah pipa penyambungnya lepas dan berukuran kecil tersebut, bau busuk seperti Thai/Tinja pun terhirup warga bahkan dari pembuangan limbah dialirkan sungai tersebut timbul ulat yang menggumpal sehingga warga setempat sering mual dan tidak enak makan, lebih-lebih pada jam 10.00 WIB pagi” ujarnya.

Dikatakannya, jalur pipa pembuangan limbah pabrik tempe yang dibuang ke aliran sungai tersebut muara pembuangannya ke aliran sungai juga berbarengan dengan limbah rumah tangga warga. Hal ini betul-betul mengganggu sekali baunya.

Ditambahkannya”, padahal terkait persoalan ini sebelumnya sudah pernah ada aksi beberapa warga terdampak bau limbah sisa hasil industri tempe tersebut untuk melakukan komplaint akan tetapi sejauh ini belum ada tanggapan yang positif dari pemilik usaha dan seakan akan adanya sebuah kesengajaan serta pembiaran.

Bahkan para pemilik Home Industri tempe yang ada di desa Plaosan ini banyak bukan satu dan juga sebelumnya persoalan limbah tersebut masing-masing pemilik sudah pernah dilakukan pemanggilan oleh Pemerintah Desa setempat dalam hal ini Kepala Desa Plaosan untuk dimintai keterangan dan di musyawarahkan agar persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik.

” Akan tetapi waktu itu yang saya tau pemilik usaha tempe tersebut banyak yang tidak hadir saat di undang oleh pihak Desa jadi permasalah limbah sampai sekarang belum ada titik temunya.

Pada akhir konfirmasi dikatakan olehnya, masyarakat desa Plaosan secara umum yang terkena dampak limbah dari sisa hasil produksi tempe yang membuat warga mengeluh. Kami sebagai warga masyarakat sangat berharap agar para pihak terkait segera ambil sikap tegas untuk penyelesaian soal bau limbah dari sisa hasil produksi tempe yang baunya seperti Thai/Tinja (kotoran manusia) tersebut” tegasnya (*).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *