by

Anggota Panwas TPS di Lamongan Meninggal Beberapa Hari Pasca Pencoblosan

-Daerah, Regional-376 views

Kabarone.com,Lamongan – Seorang anggota Panwas Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dusun Ndureg desa Pangkatrejo kecamatan Lamongan meninggal dunia beberapa hari pasca Pemilu 2019 pada 17 april kemarin lusa.

Robin Sayit Abdillah, Warga Desa Pangkatrejo Lamongan, anggota Panwas TPS 06 itu meninggal pada Selasa. Sebelumnya Almarhum sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soegiri Lamongan.

Sementara, menurut keterangan Humas Rumah Sakit Dr. Soegiri Lamongan dikatakan oleh Budi”, sebelumnya, pihaknya menerima pasien tersebut, dengan keluhan panas sudah 4 hari di rawat di rumah tempat tinggalnya, baru tanggal 20 april pasien dilarikan ke RSUD Dr. Soegiri karena panasnya tinggi”, ujar Budi.

Lebih lanjut kata Budi, “Jadi, memang ada penyakit yang menjadi penyebabnya. Dari data yang ada, kita bisa mengetahui penyakitnya. Pihak RSUD Dr. Soegiri saat ditanya, apakah meninggalnya Almarhum Robin Sayit Abdillah penyebabnya karena kecapean? ” Budi menepis karena dia bilang kalau penyebab kecapean, saya kira , saya kurang setuju. Karena, kita semua juga sering kecapean. Hasil pemeriksaan Laboratorium, dinyatakan pasien meninggal karena penyakit Demam berdarah (DBD)”, tandasnya.

Sementara, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Lamongan Miftahul Badar menyampaikan melalui Amin Wahyudin selaku Kordiv Penindakan Pelanggaran Pemilu”, Kami turut berbela sungkawa atas wafatnya pejuang demokrasi di Kabupaten Lamongan. Semoga segala amal baiknya diterima Allah, Tuhan Yang Maha Esa.

Pada kesempatan yang lain juga disampaikan oleh MH. Fathur Rohman Koordinator Divisi Sosdiklih, SDM dan Parmas KPU Kabupaten Lamongan ikut berbela sungkawa kepada pejuang demokrasi. Ini adalah merupakan wujud dedikasi yg tiada terhingga untuk penyelenggara pemilu.

Kami atas nama KPU Kabupaten Lamongan juga memberikan apresiasi kepada semua KPPS, PPS dan PPK yg telah bekerja sepenuh waktu, berjuang sekuat tenaga, waktu, pikiran dan tenaga demi suksesnya pemilu 2019″, tegasnya.

Menurut salah seorang petugas KPPS yang tak mau disebutkan namanya, ” Memang pemulu kali ini atau periode tahun 2019 ini sangat melelahkan karena pemilu presiden dibarengkan dengan pemilu legislatif dan DPD. Hal ini banyak menguras waktu tenaga dan fikiran. Seyogyanya hal ini penyelenggaraannya dipisahkan seperti periode-periode sebelumnya dan menjadikan topik bahasan secara nasional (isue nasional) yang harus dipecahkan bersama karena hal ini adalah hajat bangsa dan negara.

Ditambahkannya, kejadian para pelaku penyelenggara pemilu kali ini benar-benar banyak memakan korban jiwa. Paling tidak petugas harus dilakukan cek fisik kesehatannya secara intens oleh Dinas Kesehatan melalui masing-masing puskesmas setempat jangan ada korban baru bertindak seperti kemarin”, pungkasnya (Pul/Ian/As).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *