by

Kesbangpol Kota Tangerang Gelar pertemuan dengan Ormas, OKP dan LSM

-Daerah, Regional-532 views

Kabarone.com, Tangerang – Kesbangpol Kota Tangerang Gelar pertemuan dengan Ormas, OKP dan LSM di Lantai 5 Gd. Pemerintahan Kota Tangerang (Selasa, 30/5/19), adapun acara tersebut bertemakan Pertemuan dan Kerjasamanya antar Lembaga Pemerintahan, Organisasi Masyarakat, Partai Politik dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Dalam sambutannya Wakil Walikota Tangerang H. Sachudin mengatakan, peningkatan kesadaran dan pemahaman kehidupan berbangsa dan bernegara dibutuhkan sebab pemerintah tidak dapat berjalan sendiri sendiri tapi memerlukan sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dalam menjalankan tugasnya.

Kolonel Amiruddin, Direktorat Bela Negara Kemenhan menyampaikan urgensi bela negara yang mana Tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara serta peran Rakyat sebagai kekuatan pendukung.

Wakil Rektor Unis, Dr Suhaya memaparkan urgensi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI serta semangat cinta tanah air, harus di tanamkan sejak dini agar paham radikalisme, terorisme dapat dicegah.

Sementara Cahyo Gani Saputro mengatakan bahwa Pondasi atau Simbol Kebangsaan dan Kenegaraan yang menjadi konsensus bersama penting untuk dijaga oleh Negara dan komponen masyarakat antara lain Pancasila, sila–sila dalam Pancasila telah diuraikan dalam Alinea ke 4 Pembukaan UUD 1945, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Konstitusi Bernegara, Bendera Negara Indonesia ialah Sang Merah Putih (Pasal 35 UUD 1945), Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia (Pasal 36 UUD 1945), Lambang Negara ialah Garuda Pancasila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika (Pasal 36A UUD1945), Lagu Kebangsaan ialah Indonesia Raya (Pasal 36B UUD1945)
Khusus mengenai bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak dapat dilakukan perubahan (Pasal 37 ayat (5) UUD 1945).

Selain itu Sekjen DPN ISRI mengatakan bahwa Pertahanan Ideologi, yang penting untuk dijaga oleh Negara dan Komponen Masyarakat, antara lain wilayah Keluarga dan lingkungan RT – RW, Dunia Pendidikan yaitu Sekolah, Kampus, Pondok dst atau tempat studi atau belajar, Tempat bekerja atau beraktivitas serta Tempat menjalankan Ibadah dan Keyakinan terus terjaga iklim toleransi antar umat beragama.

Tantangan bangsa dan negara saat ini adalah memerangi kemiskinan, keterbelakangan (kebodohan), korupsi, narkoba, radikalisme (ekstrimisme) dan saat ini yang juga sedang tren yaitu Hoax (berita bohong) ujarnya.

Sedangkan DR H Amas Tadjuddin dari FKDM Provinsi Banten, memaparkan bahwa pentingnya toleransi antar umat beragama, yang merupakan pondasi untuk memutus rantai potensi radikalisme, Ia juga menyayangkan bahwa isu terorisme kerap kali dituduhkan kepada umat Islam, itulah tantangan besar umat yang perlu dijawab bahwa sesungguhnya Islam adalah ajaran agama rahmatan lil ‘alamin.

Pada sisi yang lain tidak dapat dipungkiri bahwa ada sekelompok orang yang teriak Allahu Akbar saling mengkafirkan bahkan berperang saling membunuh seperti di konflik Syuriah dan negara timur tengah lainya

Padahal menurut Amas Tadjuddin potensi gerakan dan faham radikal terorisme sebenarnya terdapat pada semua ajaran agama, seperti misalnya adanya tempat ibadah yang dibangun dan digunakan berdasarkan corak kesukuan (etnik) dan kedaerahan (primordial) yang seharusnya tidak perlu.

Adapun acara ini dihadiri 200 Orang Peserta dari Unsur Ormas, OKP, LSM se-Kota Tangerang. (As)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *